Jakarta, PR Politik – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan menggelar Rapat Koordinasi Eselon I untuk melakukan monitoring dan evaluasi capaian pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga triwulan III tahun 2025. Rapat diselenggarakan di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Selasa (21/10).
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK Sukadiono menyampaikan bahwa target CKG yang ditetapkan dalam RPJMN 2025 adalah 36 persen dari total penduduk Indonesia, atau sekitar 102 juta jiwa. Hingga 19 Oktober 2025, capaian CKG telah mencapai 43 juta orang.
“Jumlah penerima CKG pada triwulan I tercatat sebanyak 1,3 juta orang dan meningkat signifikan pada triwulan II menjadi 3,5 juta orang. Ini menunjukkan tren partisipasi masyarakat terhadap layanan kesehatan gratis terus meningkat,” ujarnya.
Sukadiono mengapresiasi lima provinsi dengan capaian tertinggi: Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara. Namun, ia menyoroti masih rendahnya capaian di beberapa provinsi kawasan timur Indonesia, seperti Kalimantan Utara, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, yang disebabkan oleh tantangan geografis dan keterbatasan sarana-prasarana.
Untuk mendorong percepatan, Sukadiono mengusulkan pemberian penghargaan bagi daerah dengan capaian tertinggi. Ia menambahkan, percepatan akan semakin efektif dengan diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) yang memperjelas pembagian peran antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
“Kita perlu menindaklanjuti berbagai isu utama dalam pelaksanaan CKG agar program ini bisa berjalan optimal dan merata di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi menjelaskan bahwa CKG bertujuan untuk mendeteksi kondisi pra-penyakit dan mencegah penyebab kematian utama, yang dilakukan berdasarkan siklus hidup.
“Khusus untuk CKG Sekolah, capaian sudah lebih dari 13 juta siswa, melampaui target 9,6 juta siswa,” ungkap Maria.
Kemenkes telah melakukan berbagai perbaikan, mulai dari sistem pendataan hingga penguatan kolaborasi antarinstansi. Maria juga menyebutkan bahwa rancangan Inpres CKG ditargetkan dapat diajukan kepada Presiden pada awal tahun 2026.
sumber : Kemenko PMK















