Kemendikdasmen Dorong TKA Berintegritas di Makassar, Siswa Dilarang Ikut Bimbel Khusus

Makassar, PR Politik – Upaya memperkuat pelaksanaan asesmen pendidikan yang objektif, transparan, dan berkeadilan terus digencarkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP). Hal ini disampaikan dalam kegiatan Diseminasi Program Tes Kemampuan Akademik (TKA) bertema “Mari Laksanakan TKA yang Berintegritas, untuk Hasil yang Berkualitas” di Gedung Graha Pena, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (9/10).

Sekretaris BSKAP, Muhammad Yusro, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga integritas selama pelaksanaan TKA. Ia mengingatkan agar sekolah tidak membebani siswa dengan bimbingan belajar (bimbel) eksternal atau latihan berlebihan.

“Kami harap guru dan sekolah tidak mengarahkan siswa ikut bimbel khusus TKA. Kemdikdasmen sudah menyediakan simulasi dan latihan melalui portal resmi agar pelaksanaan TKA tidak menambah beban murid dan orang tua,” pesannya.

Yusro menjelaskan bahwa Makassar adalah wilayah kedelapan untuk rangkaian diseminasi TKA. Ia menegaskan, TKA bukan sekadar alat ukur capaian, melainkan sarana membangun kepercayaan terhadap hasil belajar siswa dengan mengacu pada proses pelaksanaan yang jujur, adil, dan transparan.

“TKA bukan sekadar tes, melainkan bagian dari upaya kita bersama untuk menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua. Melalui asesmen yang berintegritas, kita menegakkan prinsip keadilan dan kesempatan yang sama bagi setiap anak Indonesia untuk menunjukkan potensi terbaiknya,” pungkasnya.

Yusro menuturkan bahwa TKA memiliki manfaat besar bagi siswa, sekolah, maupun pemerintah daerah. Bagi siswa, TKA memberikan kesempatan setara menunjukkan kemampuan akademik tanpa dipengaruhi latar belakang. Bagi sekolah, hasilnya menjadi bahan refleksi perbaikan pembelajaran, dan bagi pemerintah daerah, TKA menjadi dasar pemetaan mutu pendidikan berbasis data.

“TKA tidak menentukan kelulusan murid, karena kelulusan tetap menjadi kewenangan satuan pendidikan. Namun manfaatnya sangat besar, baik untuk murid, sekolah, maupun daerah. Melalui data dari hasil TKA, nantinya pemerintah daerah dapat mengetahui kemampuan literasi, numerasi, serta penguasaan bahasa Inggris di wilayahnya,” tambahnya.

Baca Juga:  Sahli Menhan Tetapkan 181 Anggota Komponen Cadangan Matra Darat dari PT Chandra Asri Pacific

Ia juga menjelaskan bahwa mulai tahun depan, hasil TKA digunakan dalam proses Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 sebagai alat validasi terhadap nilai rapor calon peserta.

“Mulai tahun depan, TKA menjadi salah satu validator nilai rapor dalam seleksi berbasis prestasi. Ini menandakan bahwa TKA diakui sebagai asesmen nasional yang kredibel, berpihak pada murid, dan memberi peluang setara bagi semua,” ungkap Yusro.

Yusro mengapresiasi tingginya antusiasme sekolah dan siswa di Sulawesi Selatan. Per 5 Oktober 2025, sebanyak 1.687 satuan pendidikan dengan total 119.107 murid telah mendaftar TKA, menempatkan Sulsel sebagai salah satu provinsi dengan tingkat partisipasi tertinggi.

“Angka partisipasi ini menjadi bukti nyata bahwa para guru, kepala sekolah, dan murid melihat manfaat TKA sebagai asesmen yang transparan, inklusif, dan berkeadilan,” tuturnya.

Ketua Tim Kerja Implementasi Asesmen Skala Nasional BSKAP, Muhammad Natharisyah, menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA akan dilakukan melalui tiga moda: full online, semi online token online, dan semi online token offline, yang dapat dipilih oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai kesiapan infrastruktur.

“Moda full online dilaksanakan secara daring melalui komputer. Namun, sekolah diharapkan dapat memastikan kestabilan bandwidth jika memilih moda ini. Apabila terjadi kendala di tengah pelaksanaan, tidak perlu khawatir karena jawaban sebelumnya akan otomatis tersimpan sehingga peserta dapat melanjutkan ke pertanyaan berikutnya,” jelas Natharisyah.

 

 

sumber : Kemendikdasmen RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru