Jakarta, PR Politik – Menteri Perdagangan Budi Santoso menerima kunjungan audiensi Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (6/3). Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan infrastruktur perdagangan daerah serta upaya mendorong komoditas lokal Papua Barat menembus pasar internasional.
Salah satu poin utama pembicaraan adalah pemutakhiran informasi mengenai kondisi pasar-pasar rakyat di Kota Manokwari dan wilayah sekitarnya. Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap adanya dukungan pusat dalam pengembangan sarana perdagangan guna menghidupkan ekonomi riil masyarakat di tingkat akar rumput.
Selain isu infrastruktur, Mendag Budi Santoso dan Gubernur Dominggus Mandacan membahas potensi kolaborasi melalui program unggulan Kemendag, yakni Desa Bisa Ekspor. Program ini dirancang untuk memberikan pendampingan bagi desa-desa di Papua Barat agar mampu mengolah potensi sumber daya alam mereka menjadi produk bernilai tambah yang layak ekspor.
Upaya ini diharapkan dapat memperpendek rantai pasok dan meningkatkan pendapatan langsung bagi para petani maupun pelaku UKM di Papua Barat. Dengan bimbingan teknis dari Kemendag, komoditas unggulan seperti pala, cokelat, hingga produk kelautan diharapkan dapat memiliki standar global.
Dalam pertemuan tersebut, Mendag didampingi oleh jajaran pejabat teras, antara lain Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Sri Sugy Atmanto, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Miftah Farid, serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemendag N.M. Kusuma Dewi.
Kehadiran jajaran direktur teknis ini mengonfirmasi keseriusan Kemendag dalam mengawal aspek logistik dan standarisasi produk dari Papua Barat. Sinergi ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pemerataan ekonomi dan memperkuat posisi Papua Barat sebagai salah satu hub ekspor di wilayah Timur Indonesia.
sumber : Kemendag RI















