Dili, PR Politik – Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili menginisiasi kegiatan Pelatihan Media Digital yang diselenggarakan di Pusat Budaya Indonesia, Rabu (24/9). Pelatihan ini bertujuan memperkuat diplomasi budaya Indonesia di Timor-Leste dan meningkatkan keterampilan literasi digital masyarakat setempat.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber dari Indonesia, yakni Muhammad Arsan Fitri, Direktur Berita Kota Makassar, dan Muhammad Yusran Darmawan, Direktur Unhas TV. Kegiatan ini diikuti 75 peserta dari kalangan media lokal Timor-Leste, mahasiswa, pelajar, serta pengelola media digital Pusat Budaya Indonesia. Materi yang diberikan mencakup teknik pembuatan konten media digital serta strategi pengelolaan media digital secara efektif dan berkelanjutan.
Atdikbud KBRI Dili, Tasrifin Tahara, menyampaikan bahwa media menjadi sarana penting untuk menyampaikan pesan positif di era digital.
“Di era digital, media menjadi sarana penting untuk menyampaikan pesan positif dan membangun pemahaman antarbangsa. Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta dapat mengembangkan keterampilan dalam mengelola media digital, sekaligus memperkuat jejaring antara Indonesia dan Timor-Leste,” ujar Tasrifin.
Sementara itu, Sekretaris III Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Dili, Samuel Sangap Haposan, menekankan pentingnya kemampuan literasi digital bagi generasi muda Timor-Leste.
“Kemampuan memproduksi konten kreatif dan mengelola media digital sangat relevan di tengah perkembangan teknologi saat ini. Kami ingin mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten positif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Samuel.
Kegiatan ini menjadi salah satu program strategis Pusat Budaya Indonesia dalam memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, serta komunikasi publik antara kedua negara.
sumber : Kemendikdasmen RI















