Jamin Stok Energi Lebaran 2026, Dirjen Migas Pastikan Kilang Balongan Siap Layani Arus Mudik

Indramayu, PR Politik – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketahanan stok dan kelancaran distribusi energi nasional selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 dalam kondisi aman. Penegasan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Laode Sulaeman, saat meninjau langsung operasional PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) VI Balongan, Jawa Barat, Kamis (12/3).

Didampingi Ketua Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati, Laode menyatakan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG, hingga minyak mentah (crude oil) telah disiapkan secara optimal guna mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Bagian Barat.

“Baik itu untuk crude oil, kemudian juga untuk stok BBM, LPG, semua tersedia dan masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi saat ini. Dan juga kita melakukan suatu inovasi-inovasi antara lain dengan pemanfaatan BBM yang optimal sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Guna menunjang mobilitas mudik, Pertamina menyiagakan ribuan titik layanan di Regional Jawa Bagian Barat, termasuk 1.620 SPBU dan 2.331 agen LPG. Selain infrastruktur reguler, Pertamina juga menghadirkan inovasi layanan khusus yang tidak tersedia di hari biasa untuk memudahkan para pemudik.

“Di saat nanti pelaksanaan RAFI, juga Pertamina juga melakukan penyediaan servis-servis tambahan seperti motoris, kemudian posko-poskonya ditambah fasilitas-fasilitas yang biasanya tidak dilaksanakan di musim-musim atau hari-hari biasanya,” tambahnya.

Beberapa fasilitas tambahan tersebut meliputi 52 titik motoris pengantar BBM, 62 mobil tangki yang bersiaga di SPBU, hingga 11 Serambi MyPertamina yang menyediakan klinik mini serta area istirahat bagi pengendara.

Berdasarkan data proyeksi periode 9 Maret hingga 1 April 2026, konsumsi bahan bakar jenis gasoline (bensin) di Jawa Bagian Barat diperkirakan naik sebesar 9,6% akibat tingginya penggunaan kendaraan pribadi. Permintaan LPG juga diprediksi meningkat 2,86% seiring meningkatnya aktivitas memasak rumah tangga.

Baca Juga:  Mensos Berikan Santunan Pada Korban Pohon Tumbang Saat Sholat IED Di Pemalang

Sebaliknya, permintaan bahan bakar solar diproyeksikan anjlok hingga 27,3%. Penurunan tajam ini merupakan imbas dari kebijakan pembatasan operasional kendaraan logistik selama periode arus mudik dan balik guna meminimalisir kemacetan.

Sebagai jantung pengolahan energi nasional, Kilang RU VI Balongan memegang peran vital dengan kapasitas pengolahan mencapai 150 ribu barel per hari. Dengan skor Nelson Complexity Index (NCI) sebesar 11,9, kilang ini menjadi unit pengolahan dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia.

Sebanyak 82% produk dari kilang ini dipasok langsung untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah strategis Jakarta dan Jawa Barat, menjadikannya kunci utama stabilitas energi selama perayaan Idulfitri 1447 H.

sumber : ESDM RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru