Inovasi Pakan Probiotik Peneliti IPB: Genjot Bobot Ayam Kampung 1 Kg dalam 40 Hari

Bogor, PR Politik – Upaya hilirisasi riset yang didorong kuat oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus menunjukkan kemajuan signifikan. Peneliti IPB University, Ivan Taufik Nugraha, berhasil mengembangkan inovasi pakan ayam berbasis probiotik dan antikoksi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, kesehatan, hingga produktivitas ternak secara drastis.

Ia menjelaskan bahwa pakan inovasi ini mampu mengoptimalkan pencernaan ayam, sehingga nutrisi terserap maksimal dan berdampak pada peningkatan massa telur yang signifikan.

“Pakannya enggak terlalu banyak, satu bisa meningkatkan kesehatan pencernaannya. Lalu yang kedua bisa meningkatkan bobot badan dengan cepat, dan bisa menambah massa dari telur ayam. Biasanya bobot telur bisa nambah 20 sampai 30 persen,” ujarnya, Kamis (9/4).

Salah satu keunggulan utama riset ini adalah fokus pada pencegahan penyakit koksidiosis, yang selama ini menjadi momok bagi peternak karena dapat menyebabkan diare parah dan kematian massal dalam satu kandang.

“Kalau per hari ini kita mengarahnya ke antikoksi, jadi untuk mencegah ayam sakit. Koksidiosis itu menyebabkan diare parah dan bisa menyebabkan kematian cukup tinggi, serta menyebar dalam satu kandang. Dengan adanya antikoksi ini, kesehatan ayam bisa meningkat,” jelasnya.

Selain aspek kesehatan, teknologi probiotik yang digunakan bekerja hingga ke tingkat vili usus. Hal ini membuat protein terserap lebih sempurna, yang ditandai dengan berkurangnya bau menyengat pada kotoran dan lingkungan kandang.

Inovasi ini juga menjadi jawaban atas lambatnya pertumbuhan ayam kampung. Ivan optimistis dengan nutrisi yang tepat, ayam kampung dapat dipacu pertumbuhannya hingga mencapai bobot ideal dalam waktu singkat.

“Harapannya ayam kampung bisa meningkatkan bobot badannya lebih cepat. Jadi seperti yang Pak Menteri bilang, dalam 40 harian bisa mencapai satu kilogram,” tambahnya.

Baca Juga:  KLH Apresiasi Kalbar Nihil Hotspot dan Lepas Ratusan Personel Siaga Karhutla

Merespons temuan tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa riset harus berorientasi pada solusi nyata dan memiliki dampak ekonomi bagi peternak. Dalam kunjungannya ke Science Techno Park IPB, Bogor, Mentan menyatakan komitmen pemerintah untuk mendukung hilirisasi skala besar.

“Kalau ayam kampung bisa dipercepat, misalnya 30–40 hari sudah satu kilogram, itu luar biasa. Ini yang harus kita kejar,” tegasnya.

Bahkan, ia menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi penyerapan produk riset tersebut oleh negara jika terbukti berhasil di lapangan. “Kalau bisa capai target, saya siap bawa ke Presiden, kita beli. Jangan ragu. Ini peluang besar,” pungkasnya.

Dukungan kuat dari kementerian ini diharapkan dapat memastikan inovasi para peneliti tidak hanya berhenti di laboratorium, melainkan benar-benar menjadi solusi bagi peternak nasional dan mendorong kesejahteraan masyarakat luas.

sumber : Kementan RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru