Industri Pengolahan Dominasi PDB 2025, Menperin Bantah Isu Deindustrialisasi Dini

Jakarta, PR Politik – Sektor industri pengolahan kembali mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung utama ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 19,07 persen, meningkat konsisten dari 18,67 persen pada 2023 dan 18,98 persen pada 2024.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pertumbuhan industri pengolahan pada 2025 melonjak signifikan hingga 5,30 persen, jauh melampaui capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 4,43 persen. Sektor ini juga menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil sebesar 1,07 persen.

“Industri pengolahan tidak hanya menjadi kontributor terbesar tapi juga mendominasi pertumbuhan ekonomi nasional dibanding sektor lainnya,” ujar Menperin di Jakarta, Kamis (5/2).

Kinerja perdagangan internasional sektor manufaktur juga menunjukkan tren positif. Ekspor industri pengolahan tercatat tumbuh 7,03 persen pada 2025, sementara impor barang dan jasa justru mengalami penurunan ke angka 4,77 persen. Menurut Menperin, perpaduan kenaikan ekspor dan penurunan impor ini merupakan indikator valid dari penguatan struktur industri dalam negeri.

”Jadi berdasarkan data BPS ini, terjadi kenaikan ekspor dan penurunan tren impor dalam 3 tahun terakhir, hal ini membuktikan bahwa penguatan struktur industri nasional sudah terjadi,” jelasnya.

Memasuki tahun 2026, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat integrasi Industri Kecil ke dalam rantai pasok industri besar. Langkah ini diambil sebagai upaya pemerataan ekonomi dan peningkatan kemandirian nasional sesuai dengan semangat Asta Cita.

”Sesuai arahan Bapak Presiden untuk memperkuat industri kecil, Kami akan meningkatkan integrasi Industri Kecil ke dalam rantai pasok Industri Nasional. Hal ini tidak saja untuk memperkuat kemandirian industri dalam negeri tapi juga untuk pemerataan ekonomi nasional,” tuturnya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Tekankan Kedaulatan Pangan sebagai Kunci Kemerdekaan Bangsa

Berdasarkan capaian kumulatif PDB, kinerja ekspor-impor, dan kontribusi pertumbuhan, Menperin mematahkan spekulasi yang menyebut Indonesia sedang mengalami pelemahan industri. Strategi Baru Industri Nasional (SBIN) dinilai menjadi kunci ketahanan sektor ini dalam menghadapi tantangan berat selama 2025.

”Pada tahun 2025, Industri pengolahan mengalami tantangan yang sangat berat, namun berkat arahan bapak Presiden melalui Asta Cita dan diterjemahkan ke dalam Strategi Baru Industri Nasional (SBIN), akhirnya industri pengolahan berhasil tumbuh kuat dan menutup tahun 2025 dengan mendominasi ekonomi nasional, kami juga menyampaikan apresiasi kepada pelaku dalam ekosistem industri yang terus menjaga optimisme untuk terus berproduksi. Publikasi BPS atas pertumbuhan ekonomi nasional membuktikan bahwa industri pengolahan tidak mengalami deindustrialisasi apalagi deindustrialisasi dini,” tegasnya.

sumber : Kemenperin RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru