Jakarta, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar Kick-Off Persiapan Indonesia sebagai Partner Country pada Industrial International Exhibition (INNOPROM) 2026. Agenda ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat diplomasi industri Indonesia di tingkat global, sekaligus membuka peluang kerja sama baru di bidang perdagangan, investasi, dan teknologi.
Kegiatan Kick-Off tersebut turut disertai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kemenperin dan Formika Event, selaku penyelenggara INNOPROM, untuk memastikan partisipasi optimal di pameran industri terbesar di Rusia yang akan digelar di Yekaterinburg pada Juli 2026.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko S.A. Cahyanto, yang mewakili Menteri Perindustrian, menyampaikan pentingnya partisipasi ini sebagai ajang untuk memperkuat posisi industri nasional di kancah global.
“Partisipasi Indonesia sebagai Partner Country INNOPROM 2026 merupakan momentum penting untuk menunjukkan kemampuan dan daya saing industri nasional di hadapan dunia. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Indonesia bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai mitra strategis yang menampilkan komitmen terhadap inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan industri yang inklusif,” kata Eko S.A. Cahyanto.
Eko memaparkan bahwa sektor manufaktur terus vital bagi perekonomian. Hingga Agustus 2025, ekspor manufaktur nonmigas mencapai USD147,90 miliar (79,92% dari total ekspor), dengan kontribusi 16,92% terhadap PDB. Indonesia menempati peringkat ke-13 dunia dalam nilai tambah manufaktur pada tahun 2024.
Sebagai Partner Country, Indonesia akan tampil sebagai wajah utama pameran, menampilkan potensi manufaktur, inovasi teknologi, serta kreativitas industri dalam negeri.
Partisipasi Indonesia juga didukung oleh kerja sama perdagangan bebas (FTA dan CEPA) yang ada. Produk yang diproduksi di Indonesia kini dapat menikmati akses istimewa ke pasar lebih dari 2,5 miliar konsumen di seluruh dunia. Kemenperin juga mendukung penyelesaian Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (IEAEU-FTA) yang akan semakin membuka jalan bagi peningkatan perdagangan dan investasi dengan Rusia.
Anton Atrashkin, Direktur Program Bisnis Formika Event, menegaskan keinginan agar kemitraan ini membawa manfaat nyata bagi pelaku industri.
“Kami membuka peluang kolaborasi di bidang teknologi transportasi, energi, teknologi perkotaan modern, dan digitalisasi industri tema-tema yang juga menjadi prioritas penting di Indonesia,” ungkapnya.
Melalui INNOPROM 2026, Indonesia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa industri nasional siap bersaing secara global, tidak hanya sebagai produsen bahan mentah, tetapi sebagai pusat manufaktur, inovasi, dan solusi industri berkelanjutan, menegaskan posisinya sebagai kekuatan industri baru di Asia.
sumber : Kemenperin RI















