Indonesia Raksasa Sawit Dunia, Mentan Amran: Tak Ada Alasan Minyak Goreng Mahal di Dalam Negeri

Jakarta, PR Politik – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan peringatan keras kepada para spekulan pangan agar tidak menaikkan harga minyak goreng di atas aturan pemerintah. Penegasan ini disampaikan menyusul status Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia yang seharusnya menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga bagi rakyat sendiri.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kebayoran, Jumat (20/2), Mentan menemukan minyak goreng rakyat, MinyaKita, dijual seharga Rp19.000 per liter. Angka ini jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.

“Ini minyak goreng tertulis 15.700. Tapi dijual tadi 19.000. Ini kami minta Pak Dirkrimsus, aku serahkan ini diproses hukum, segel unit usahanya. Tapi jangan pak penjual pengecernya enggak boleh. Ini akan ditelusuri,” tegasnya saat menginstruksikan aparat penegak hukum di lokasi.

Mentan Amran menyoroti adanya keanehan atau anomali harga di pasar domestik. Berdasarkan data, Indonesia berkontribusi terhadap 58% produksi sawit global dan menguasai 56% pangsa ekspor dunia. Bahkan, nilai ekspor CPO Indonesia pada 2025 melonjak 21,83 persen mencapai US$24,42 miliar.

“Untuk komoditas sawit atau CPO dunia, hukum ekonomi supply dan demand berlaku. Tapi di Indonesia muncul anomali. Kita produsen terbesar dunia, kontribusi 58% produksi global dan 56% ekspor dunia, bahan bakunya melimpah, tapi harga minyak goreng naik. Ini yang harus kita luruskan,” ujarnya.

Untuk memastikan proses hukum berjalan hingga ke akar-akarnya, Mentan secara pribadi membeli dua kantong MinyaKita sebagai barang bukti untuk diserahkan kepada pihak kepolisian guna melacak rantai distribusi hingga ke tingkat pabrikan.

“Aku beli tadi sengaja dua supaya ini jadi barang bukti, ditelusuri sampai ke distributor besar dan perusahaan, jangan dilepas. Pak diumumkan kalau sudah diproses,” tambahnya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo & PM Paetongtarn Gelar 1st Leaders Consultation, Sepakati Perkuat Kolaborasi Multisektor

Menteri Amran mengingatkan bahwa pemerintah mendukung penuh aktivitas usaha, namun tetap dalam koridor regulasi yang berlaku. Ia meminta para pengusaha tidak mengambil keuntungan secara tidak wajar, terutama saat masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

“Kami tidak mau berniat ganggu seluruh pengusaha. Ayo cari rezeki tetapi jangan mengganggu pemerintah, jangan mengganggu rakyat, jangan mengganggu saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadan,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi mereka yang mencoba merusak stabilitas pangan nasional. “Kita mengekspor minyak ke seluruh dunia. Kenapa naik? Enggak ada alasan minyak goreng naik di Indonesia. Enggak boleh diberi ampun. Bagi orang yang ingin memanfaatkan bulan suci Ramadan itu harus ditindak,” pungkasnya.

sumber : Kementan RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru