Yaoundé, PR Politik – Delegasi Republik Indonesia melakukan serangkaian manuver diplomatik dalam perhelatan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-14 World Trade Organization (WTO) yang berlangsung di Yaoundé, Kamerun, 26–29 Maret 2026. Pertemuan ini difokuskan pada penguatan sistem perdagangan multilateral dan perluasan pasar di kawasan Afrika Tengah.
Delegasi RI yang dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan, Johni Martha, menggelar pertemuan bilateral marathon dengan sejumlah mitra strategis, termasuk Jerman, Swedia, Arab Saudi, Belanda, dan Uni Eropa (UE).
“Kami telah melakukan pertemuan bilateral dengan Jerman, Swedia, Arab Saudi, Uni Eropa (UE), dan Belanda di sela-sela KTM ke-14 WTO untuk berbagi pandangan terkait isu-isu krusial yang menjadi pembahasan di KTM ke-14 serta peningkatan kerja sama perdagangan bilateral. Negara-negara tersebut memiliki pandangan yang sama terkait pentingnya WTO dan perlunya reformasi agar WTO makin relevan dalam situasi global saat ini,” ujarnya.
Dalam pertemuan dengan blok Eropa, Indonesia menyepakati penggunaan mekanisme Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) untuk menyelesaikan hambatan dagang. Negara-negara anggota UE menyatakan dukungan penuh agar proses implementasi perjanjian tersebut dapat segera direalisasikan.
Selain itu, terdapat beberapa poin strategis yang dihasilkan dari pertemuan bilateral tersebut:
-
Swedia: Menyampaikan rencana kunjungan Putri Mahkota Victoria ke Jakarta pada September 2026 untuk memperkuat investasi dan perdagangan.
-
Arab Saudi: Sepakat mendorong percepatan penyelesaian perundingan Indonesia-Gulf Cooperation Council (GCC) CEPA.
-
Jerman: Mendorong pelaksanaan Pertemuan ke-2 Joint Economic and Investment Committee (JEIC) dalam waktu dekat.
Johni menekankan pentingnya interaksi langsung antar-pelaku usaha melalui penjajakan bisnis (business matching) guna memperkuat fondasi ekonomi riil di masing-masing negara.
Pemilihan Kamerun sebagai tuan rumah KTM ke-14 WTO memberikan sinyal kuat mengenai peran strategis Afrika dan negara-negara Least Developed Countries (LDCs) dalam perdagangan global. Forum pengambil keputusan tertinggi WTO ini bertujuan memastikan sistem perdagangan dunia tetap berbasis konsensus dan tidak meninggalkan kepentingan ekonomi negara berkembang.
Duta Besar RI untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat, menegaskan bahwa momentum ini sangat krusial bagi ekspansi pasar Indonesia ke Afrika Tengah.
“Penyelenggaraan KTM ke-14 di Yaoundé menjadi momentum strategis untuk mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Kamerun sekaligus memperluas kemitraan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Afrika Tengah yang makin berkembang sebagai mitra ekonomi potensial,” ungkapnya.
Sebagai informasi, KBRI Yaoundé baru resmi beroperasi pada tahun 2025 dengan misi utama memperkuat kehadiran diplomatik dan ekonomi Indonesia di wilayah Afrika Tengah yang memiliki potensi pasar menjanjikan.
sumber : Kemendag RI















