Gus Muhaimin Minta Semua Pihak Jaga Semangat Gotong Royong dalam Program JKN

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (Menko PMRI) Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik (14/12) – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (Menko PMRI) Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Gus Muhaimin, meminta semua pihak untuk menjaga semangat gotong royong dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia menegaskan pentingnya semangat ini agar tidak berubah menjadi semangat abot iuran, yang dapat membebani masyarakat.

“Semangat gotong royong dalam pelaksanaan JKN ini harus menjadi semangat yang tidak boleh berhenti. Jangan sampai, semangat gotong royong ini memudar dan malah menjadi semangat abot iuran (berat buat iuran),” ujar Gus Muhaimin.

Dia menjelaskan bahwa JKN, yang telah berjalan lebih dari sepuluh tahun, telah merevolusi sistem layanan kesehatan di Indonesia. Menurutnya, JKN merupakan bagian penting dari ekosistem perlindungan sosial. “JKN merupakan bentuk kehadiran negara dalam memenuhi amanat konstitusi,” ujarnya.

Gus Muhaimin juga meminta pemerintah pusat dan daerah untuk memiliki komitmen dalam memenuhi universal health coverage sesuai dengan target rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJN). Salah satu langkah yang harus diambil adalah selalu meningkatkan kualitas layanan dalam program JKN. “Sistem pengelolaan dana harus lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan berbasis teknologi,” katanya.

Baca Juga: Mulyadi Soroti Ketimpangan Layanan Listrik Antara Perkotaan dan Perdesaan

Peningkatan pelayanan JKN kepada masyarakat, kata Gus Muhaimin, akan berdampak positif pada produktivitas perekonomian masyarakat. Kualitas pelayanan ini mencakup perbaikan standar ruang rawat hingga tenaga medis. “Inovasi pelayanan yang diberikan kepada masyarakat harus bermutu dan berkomitmen tinggi,” tambahnya.

Mantan Menteri Ketenagakerjaan itu menilai bahwa selama 10 tahun ini, tingkat pelayanan JKN mengalami peningkatan yang signifikan. Jika pada tahun 2015, pelayanan kesehatan hanya mencapai 29 persen, pada tahun 2023 meningkat menjadi 46 persen. “Pelayanan rawat inap yang semula 69 persen di tahun 2015, meningkat menjadi 73 persen di tahun 2023. Sebanyak 277 juta jiwa di Indonesia telah memiliki JKN,” katanya.

Baca Juga:  Menteri PANRB Rini Widyantini: Seleksi ASN Berjalan Ketat dan Objektif untuk Wujudkan Asta Cita

 

Sumber: fraksipkb.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru