Edison Sitorus Desak Imigrasi Perketat Izin TKA di Wilayah Industri

Anggota Komisi XIII DPR RI, Edison Sitorus

Kendari, PR Politik – Anggota Komisi XIII DPR RI, Edison Sitorus, menegaskan pentingnya selektivitas dalam pemberian izin masuk dan bekerja bagi Tenaga Kerja Asing (TKA), terutama di daerah industri dan pertambangan seperti Sulawesi Tenggara. Hal tersebut disampaikannya saat kunjungan kerja reses Komisi XIII ke Provinsi Sulawesi Tenggara dalam rangka pengawasan terhadap tugas dan fungsi Imigrasi, Jumat (25/7/2025).

“Saya minta agar Imigrasi tidak sekadar formalitas dalam memberikan izin kepada TKA. Harus jelas keahliannya, dan tidak boleh menggeser kesempatan kerja masyarakat lokal. Kita tidak ingin masyarakat kita jadi penonton di tanah sendiri,” tegas Edison di hadapan jajaran Kanwil Dirjen Imigrasi Sulawesi Tenggara.

Edison mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya TKA, khususnya asal Tiongkok, yang bekerja di sektor pertambangan nikel dan smelter di Konawe dan Morowali. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan RI per Juni 2025, tercatat lebih dari 34.000 TKA bekerja di Indonesia, dengan Sulawesi Tenggara menjadi salah satu provinsi dengan jumlah TKA terbanyak di sektor industri berat.

“Kalau masyarakat lokal hanya diberi pekerjaan sebagai tenaga kasar sementara TKA duduk di posisi teknis atau manajerial, ini tidak adil. Kita perlu keberpihakan kepada rakyat,” ujar politisi Fraksi PAN tersebut.

Ia mendorong sinergi antara Imigrasi dan instansi ketenagakerjaan dalam melakukan verifikasi serta pengawasan terhadap permohonan izin tinggal terbatas bagi TKA, agar izin hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar membawa keahlian serta kontribusi nyata.

“Kita tidak anti terhadap TKA, tapi regulasi harus ditegakkan. TKA yang diizinkan masuk harus membawa transfer pengetahuan dan keahlian yang benar-benar dibutuhkan,” tandasnya.

Edison berharap, kunjungan kerja reses Komisi XIII ini dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi implementasi kebijakan keimigrasian, khususnya di daerah yang menjadi pusat pertumbuhan industri berbasis sumber daya alam.

Baca Juga:  Aleg PKS Johan Rosihan: Kebijakan Tarif Trump Dinilai Jadi Momentum Perkuat Pangan Lokal

Sumber: dpr.go.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru