Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Lucy Kurniasari, menyoroti penggunaan anggaran oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai tidak fokus pada substansi utama program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, BGN justru mengalokasikan anggaran untuk pengadaan 21.901 unit sepeda motor dengan nilai mencapai Rp42 juta per unit.
Selain itu, BGN juga disebut menganggarkan sekitar Rp6,9 miliar untuk pembelian 17.000 pasang kaos kaki, dengan harga per pasang sekitar Rp100 ribu.
Lucy menilai angka tersebut tidak wajar dan memunculkan pertanyaan terkait nilai riil dari pengadaan barang tersebut.
“Penggunaan anggaran selain untuk menu makanan mengindikasikan adanya upaya penghamburan anggaran,” kata Lucy kepada wartawan, Selasa, 14 April 2026.
Ia menilai, di tengah kebijakan efisiensi anggaran di berbagai kementerian dan lembaga, alokasi belanja BGN justru terkesan tidak tepat sasaran. Terlebih, sebagian anggaran lembaga tersebut disebut berasal dari realokasi kementerian lain.
Lebih lanjut, Lucy mengkritisi fokus BGN yang dinilai lebih condong pada pengadaan barang dibandingkan pembenahan aspek fundamental, khususnya tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurutnya, hingga saat ini masih banyak SPPG yang belum memenuhi standar, baik dari sisi higienitas, sanitasi, maupun manajemen operasional. Bahkan, penutupan sementara ribuan SPPG disebut menjadi indikasi masih adanya persoalan serius dalam tata kelola.
“Belum semua SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan infrastriktur SPPG yang belum standar. Hal ini diduga menjadi penyebab terjadinya banyak kasus keracunan penerima manfaat MBG,” kata Lucy.
Atas kondisi tersebut, Lucy meminta BGN untuk memprioritaskan pembenahan SPPG guna memastikan kualitas gizi dalam program MBG benar-benar terpenuhi.
“Jangan sampai BGN menjadi Petruk dadi ratu yang dapat menggagalkan program MBG yang mulia ini. Hal itu tentu tak boleh terjadi,” pungkas Lucy.















