Pontianak, PR Politik – Anggota MPR RI Fraksi Gerindra, Yuliansyah, mendorong penyelenggaraan pendidikan politik bagi perempuan yang terintegrasi dengan pengembangan program ekonomi kreatif di Kalimantan Barat. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berlangsung pada Sabtu (17/5) di Aula Gedung Serbaguna.
Dalam kegiatan yang juga menghadirkan diskusi tematik tentang pemberdayaan perempuan ini, Yuliansyah menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan nasional melalui penguatan kapasitas politik dan ekonomi.
“Pendidikan politik bukan hanya soal mengenal partai atau sistem pemerintahan, tapi juga bagaimana perempuan berdaya secara ekonomi, berpikir kritis, dan berani tampil dalam ruang publik,” ujarnya di hadapan puluhan peserta yang mayoritas adalah ibu rumah tangga, pelaku UMKM, dan mahasiswa.
Menurut Yuliansyah, keterlibatan perempuan dalam politik akan lebih bermakna jika disertai dengan kemandirian ekonomi. Ia mendorong adanya sinergi antara pendidikan politik dan program ekonomi kreatif sebagai langkah konkret meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dalam forum tersebut, dipaparkan berbagai model pengembangan ekonomi kreatif yang dapat digerakkan oleh kelompok perempuan. Beberapa di antaranya meliputi pelatihan keterampilan fashion dan kerajinan lokal, program inkubasi UMKM kreatif berbasis komunitas, pendampingan digital marketing untuk produk-produk usaha perempuan, serta penyelenggaraan festival lokal sebagai ajang promosi produk kreatif daerah.
“Perempuan adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Maka, ketika mereka memahami peran politik dan diberi akses terhadap industri kreatif, maka kita bicara tentang kebangkitan ekonomi rakyat secara menyeluruh,” tegasnya.
Yuliansyah juga menambahkan bahwa pendekatan inklusif dalam kebijakan publik sangat penting agar perempuan tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek perubahan dalam pembangunan bangsa.
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk membentuk komunitas pendidikan politik perempuan berbasis ekonomi kreatif di Kalimantan Barat. Komunitas ini direncanakan menjadi pilot project yang akan dikembangkan hingga ke tingkat nasional.
Sumber: fraksigerindra.id















