Chusnunia Chalim Apresiasi Komitmen Wuling Dukung TKDN dan Hilirisasi Otomotif

Anggota Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke fasilitas manufaktur PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) yang berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Jawa Barat, Jumat (4/7/2025).

Cikarang, PR Politik – Dalam kunjungan kerja ke PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) yang berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang. Anggota Komisi VII DPR RI berdialog langsung dengan jajaran manajemen Wuling terkait berbagai isu strategis industri otomotif nasional. Isu-isu yang dibahas antara lain mencakup alih teknologi, penyediaan tenaga kerja lokal, kegiatan riset dan inovasi, serta kebijakan insentif untuk sektor industri.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap perkembangan industri manufaktur otomotif, sekaligus menyerap informasi tentang kontribusi Wuling dalam mendukung agenda pemerintah, terutama dalam aspek Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan hilirisasi industri.

“Kami juga menyerap informasi mengenai kontribusi Wuling dalam mendukung program pemerintah, dimana Wuling telah menunjukkan komitmen serius dalam membangun industri otomotif yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” ujar politisi yang akrab disapa Nunik tersebut.

Lebih lanjut, Nunik menyampaikan bahwa Wuling telah menerapkan penggunaan komponen dalam negeri sesuai regulasi dengan standar minimum 40 persen TKDN, dan ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Anggota DPR RI lainnya dalam rombongan turut menegaskan pentingnya kolaborasi yang erat antara sektor swasta dan pemerintah untuk membentuk ekosistem industri yang sehat, kompetitif, dan inklusif.

“Ini adalah tantangan besar, kami berharap Wuling dapat memaksimalkan dan memperluas ekspansi pasar agar industri manufaktur ikut bertumbuh dan memastikan kalau industri kita baik-baik saja,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nunik juga menyoroti isu pemanfaatan kendaraan ramah lingkungan yang masih menjadi perdebatan publik, terutama terkait sumber energi listrik yang dianggap berdampak terhadap lingkungan.

“Memang saat ini masih debatable di masyarakat karena energi sumber listrik dianggap merusak ekosistem tapi kedepan harus terus dipikirkan bagaimana caranya kedepannya dapat berjalan beiringan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Jangan Korbankan Pelayanan Publik Demi Efisiensi Anggaran, Fauzan Khalid Ingatkan Kementerian dan Lembaga

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam menguatkan sinergi antara DPR, pelaku industri, dan pemerintah dalam mewujudkan industri otomotif nasional yang berorientasi pada inovasi, keberlanjutan, dan kemandirian teknologi.

Sumber: fraksipkb.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru