Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PAN, Boyman Harun, melontarkan kritik keras terhadap kondisi infrastruktur di Kalimantan Barat dalam Rapat Kerja bersama Kementerian Pekerjaan Umum di Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Dalam agenda evaluasi pasca-Lebaran tersebut, ia menyoroti buruknya kondisi ruas jalan Pelang–Batu Tajam yang hingga kini belum tertangani secara maksimal.
Boyman mengaku prihatin karena jalan tersebut seolah tak pernah mendapatkan penanganan menyeluruh sejak lama. Ia menilai tingkat kerusakan di sejumlah ruas jalan di Kalimantan Barat, khususnya di daerah pemilihannya, sudah sangat parah.
“Jujur saja, di Kalimantan Barat itu masih banyak jalan yang tidak manusiawi saking parah rusaknya. Seperti di Pelang-Batu Tajam, itu sudah dari sejak zaman kemerdekaan belum kelar-kelar sampai sekarang,” tegas Boyman di hadapan Menteri PU.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak memiliki kapasitas anggaran yang cukup untuk memperbaiki jalan tersebut. Keterbatasan APBD menjadi kendala utama dalam menghadirkan akses infrastruktur yang layak bagi masyarakat.
Karena itu, ia mendesak Kementerian Pekerjaan Umum untuk turun tangan lebih serius dan menetapkan ruas jalan Pelang–Batu Tajam sebagai prioritas nasional. “Tolonglah usulan kami dari anggota Komisi V ini diprioritaskan. APBD daerah tidak mampu untuk membangun jalan tersebut,” ujarnya.
Tak hanya menyoroti infrastruktur jalan, Boyman juga mengingatkan pentingnya pembangunan turap penahan tebing di kawasan perkotaan, khususnya di Parit Haji Husin 1.
Ia menilai keberadaan turap sangat mendesak guna mengantisipasi potensi banjir dan longsor di wilayah Pontianak. Boyman berharap pemerintah pusat tidak hanya berfokus pada evaluasi jalur mudik, tetapi juga memberi perhatian serius pada infrastruktur dasar yang menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat di Kalimantan Barat.















