Jakarta, PR Politik – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa resmi melantik lima pimpinan tinggi pratama (pejabat eselon II) di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (21/4). Dalam prosesi pelantikan tersebut, Menkeu menitipkan tiga pilar utama yang harus dijaga: disiplin fiskal, optimalisasi kas negara, dan integritas tanpa kompromi.
Menkeu mengingatkan bahwa jabatan eselon II merupakan amanah besar yang menuntut tanggung jawab penuh, terutama saat menghadapi tekanan dinamika global yang tidak menentu.
“Jabatan itu bukan fasilitas, itu amanah. Kita diuji bukan saat kondisi normal, tapi saat tekanan datang,” ujarnya di Jakarta.
Pesan pertama yang digarisbawahi Menkeu adalah penjagaan disiplin fiskal. Ia menekankan bahwa menjaga defisit anggaran di bawah batas 3 persen bukan sekadar pemenuhan aturan administratif, melainkan instrumen untuk menjaga kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
“Angka defisit itu bukan sekadar target, itu sinyal ke dunia bahwa kita serius menjaga fiskal,” tegasnya.
Selain itu, Menkeu menyoroti aspek pengelolaan kas (cash management). Pengelolaan arus kas yang rapi dianggap sebagai “bahan bakar” utama agar pemerintah dapat melakukan belanja negara secara efektif guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Negara ini hidup dari aliran kas. Kalau Anda kelola dengan benar, kita bisa ngebut. Langkah kita itu memperbaiki fondasi kita secara struktural,” tambahnya.
Poin paling krusial yang disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa adalah mengenai integritas. Ia memberikan peringatan keras kepada para pejabat yang baru dilantik bahwa Kemenkeu menerapkan standar etika yang kaku dan tidak mentoleransi adanya penyimpangan sekecil apa pun.
“Di Kemenkeu tidak ada ruang abu-abu. Benar ya benar, salah ya salah. Kalau mulai kompromi, efeknya bisa berantai dan sulit diperbaiki,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Menkeu mengingatkan bahwa peran Kementerian Keuangan sangat strategis sebagai penjaga stabilitas ekonomi nasional. APBN diharapkan tetap berfungsi optimal sebagai shock absorber atau peredam gejolak ekonomi global demi melindungi daya beli masyarakat.
Pemerintah optimistis, dengan kebijakan yang kredibel dan transparan, kepercayaan publik serta investor akan tetap terjaga. Melalui pelantikan ini, Kemenkeu diharapkan semakin solid dalam menjaga fondasi fiskal Indonesia di tengah berbagai tantangan global yang masih diliputi ketidakpastian.
sumber : Kemenkeu RI















