Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menyampaikan harapannya agar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dapat lebih membuka ruang kolaborasi dengan DPR, khususnya Komisi II, dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program strategis nasional.
Hal ini disampaikannya dalam rapat kerja Komisi II bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
“Kami menyisir beberapa poin, jumlahnya sekian miliar, dan kami merasa tidak pernah diajak mengerti tentang program-program itu, Pak. Terutama Komisi II,” ungkap Azis.
Azis menekankan pentingnya pelibatan DPR sejak tahap perencanaan anggaran dan program agar fungsi pengawasan berjalan optimal dan arah kebijakan lebih tepat sasaran. Menurutnya, DPR memiliki peran konstitusional dalam pengawasan dan penganggaran yang harus dihargai.
“Kami tidak hanya ingin mendukung, tapi ingin juga dilibatkan. Untuk melihat, mendalami, dan bersama-sama memiliki program-program itu. Agar kami bisa mengawasi dengan baik dan memastikan program benar-benar menjangkau masyarakat,” tegasnya.
Ia menyoroti bahwa meskipun Komisi II tidak membidangi proyek-proyek fisik seperti infrastruktur, lingkup kerja Komisi II mencakup urusan-urusan strategis yang sangat dekat dengan masyarakat, seperti pembinaan pemerintahan desa, pengendalian politik, dan hubungan antarlembaga pemerintah daerah.
“Selama ini, apakah program-program itu memang hanya bisa dilaksanakan oleh Kementerian sendiri? Kenapa tidak melibatkan kami yang punya jaringan dan tahu kondisi dapil masing-masing?” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat dari Fraksi Gerindra, partai pendukung pemerintahan, Azis menegaskan pentingnya membangun sinergi antara Kemendagri dan DPR. Ia berharap kolaborasi tersebut bisa menciptakan kebijakan yang tidak tumpang tindih, lebih transparan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
Dengan penguatan komunikasi dan kolaborasi sejak tahap perencanaan, Azis optimistis pelaksanaan program-program Kemendagri akan menjadi lebih efektif dan akuntabel.
Sumber: fraksigerindra.id















