Jakarta, PR Politik (22/11) – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Asep Wahyuwijaya, menyesalkan paparan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso yang tidak menyoroti secara jelas rencana Presiden Prabowo Subianto mengenai target pertumbuhan ekonomi 8% dalam agenda besar kementeriannya. Asep menyebutkan, peran dan kontribusi Kemendag sangat strategis dalam mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan Presiden.
“Padahal, peran dan konstribusi Kemendag cukup strategis dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan Presiden,” ujar Asep dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR dengan Kemendag di Gedung DPR, Jakarta, pada Rabu (20/11/2024).
Asep mengungkapkan harapannya agar Mendag, yang berasal dari kalangan profesional dengan pengalaman di Kemendag, bisa secara autentik dan teknokratik menyampaikan grand design dan peta jalan kementerian yang jelas, agar dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi.
“Akibatnya, kita dirisaukan dengan banyaknya pabrik tekstil yang tutup. Puluhan ribu pekerja dirumahkan sementara pakaian bertuliskan huruf mandarin memenuhi pasar-pasar,” kata Asep, yang juga akrab disapa Kang AW. Legislator dari Dapil Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) ini menyoroti fenomena buruk seperti ribuan liter susu yang terbuang dan petani yang terpaksa membuang hasil panennya.
Baca Juga: Fraksi PKS DPR RI Menjadi Tuan Rumah Justice and Democracy Forum 2024
Asep memberikan contoh di Kabupaten Bogor, yang dalam lima tahun terakhir mengalami penurunan signifikan jumlah pabrik garmen. “Sejak 2017, berdasarkan data Apkindo, pabrik garmen di Kabupaten Bogor berkurang separuhnya, dan puluhan ribu pekerja dirumahkan,” tambahnya.
Dengan tantangan yang begitu berat, Asep menekankan pentingnya Kemendag menyusun grand design dan peta jalan yang matang agar dapat menghadapi persoalan tersebut dengan solusi yang konkret. Menurutnya, salah satu tugas besar Kemendag adalah mendorong ekspor, mengendalikan impor, serta mendukung UMKM agar naik kelas.
“Keberhasilan Kemendag akan ditentukan oleh bangkitnya pabrik-pabrik yang banyak merekrut tenaga kerja padat karya, seperti usaha garmen, dan produk lokal yang mendominasi pasaran,” ungkapnya. Asep berharap agar masalah seperti pemborosan hasil pertanian dan penurunan kualitas UMKM bisa segera diatasi dengan kebijakan yang tepat.
“Agenda besar ini hanya bisa terlaksana jika ada terobosan besar dalam rencana kerja Kemendag. Jika itu dilakukan, insyaallah Kemendag bisa memberikan kontribusi signifikan dalam membantu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan,” tutup Asep.
Sumber: fraksinasdem.org















