Anggota Komisi XII DPR Ateng Sutisna Dorong Kajian Bobibos: Inovasi Energi Jangan Mati oleh Mafia Migas

Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna

Jakarta, PR Politik — Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, menanggapi ramainya pembahasan mengenai rencana pengkajian Bahan Bakar Minyak alternatif Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!) yang tengah dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). BBM berbasis tanaman ini diklaim mampu menekan emisi hingga mendekati nol serta memiliki nilai oktan tinggi setara RON 98.

Ateng menilai setiap inovasi energi ramah lingkungan harus disikapi secara serius oleh pemerintah. Namun ia mengingatkan agar publik tidak kembali mengalami kejadian seperti pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika teknologi air sempat diklaim bisa menjadi bahan bakar namun kemudian hilang tanpa kejelasan.

“Jangan sampai publik kembali dibingungkan dengan inovasi yang tiba-tiba muncul lalu hilang begitu saja. Pemerintah harus membuka semua kajian ilmiahnya agar tidak mengulang masa lalu,” tegasnya.

Ateng juga mempertanyakan arah kebijakan selanjutnya jika inovasi Bobibos terbukti layak dan dapat diproduksi secara massal. Menurutnya, pemerintah harus mempersiapkan langkah strategis, termasuk kesiapan berhadapan dengan kelompok industri migas besar yang kerap disebut sebagai mafia migas.

“Kalau ini benar-benar ada dan efektif, apakah pemerintah siap menghadapi tekanan dari kelompok tersebut? Banyak inovasi BBM alternatif yang selama ini kalah bukan karena tidak layak, tapi karena ada kepentingan besar yang terancam,” ujarnya.

Ia meminta Kementerian ESDM bersikap terbuka, independen, dan tidak tunduk pada tekanan kelompok tertentu. Ateng menegaskan Indonesia membutuhkan terobosan energi yang benar-benar memihak rakyat, bukan sekadar mempertahankan monopoli industri besar.

“Kalau kajiannya valid, punya dasar ilmiah kuat, dan dapat diuji publik, maka negara wajib mengembangkan inovasi ini. Tapi kalau tidak, jangan biarkan masyarakat dibohongi lagi,” pungkasnya.

Baca Juga:  Nurwayah Dukung Groundbreaking Proyek Baterai EV, Dorong Hilirisasi dan Keterlibatan UMKM

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru