Bogor, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat transformasi digital bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Upaya ini diwujudkan melalui kerja sama antara Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) dengan PT Media Wave Interaktif (MWX), yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada Workshop Pemanfaatan AI untuk IKM di Bogor, Jumat (14/11).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa AI telah menjadi pilar penting dalam peningkatan daya saing industri nasional.
“Di tengah arus perubahan teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu pilar utama yang mendorong efisiensi, inovasi, dan daya saing, khususnya sektor industri,” ujar Menperin.
Menperin menjelaskan, AI tidak hanya membantu otomatisasi, tetapi juga memberikan kemampuan analisis data yang cepat dan akurat. Indonesia memiliki 4,43 juta unit usaha IKM yang menyerap lebih dari 12,8 juta tenaga kerja, membuat transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak.
Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, menjelaskan bahwa kerja sama dengan MediaWave diharapkan membantu pelaku IKM memanfaatkan teknologi AI secara lebih mudah dan murah.
“Menurut Amazon Web Services (AWS) & Strand Partners di Indonesia, dari perusahaan yang telah mengadopsi AI, 59% melaporkan peningkatan pendapatan dengan rata-rata sampai 16%,” kata Reni dalam sambutannya pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal IKMA dengan MWX yang dilaksanakan pada acara Workshop Pemanfaatan AI untuk IKM di Kota Bogor, Jum’at (14/11).
Melalui program e-Smart IKM, Ditjen IKMA telah melatih 31.306 IKM hingga Triwulan III 2025. Namun, skor rata-rata self-assessment INDI 4.0 terhadap IKM masih 1,45, menandakan perlunya adopsi teknologi lebih lanjut.
Workshop yang diikuti oleh 65 pelaku IKM ini juga mengangkat topik keamanan siber bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
“Selain akselerasi teknologi cerdas, kita juga harus menegakkan pedoman keamanan siber yang kuat dan berkelanjutan. Keamanan siber bukan lagi pilihan, tetapi keharusan strategis untuk menjaga keandalan sistem dan kepercayaan publik. Implementasi cybersecurity framework, penguatan literasi digital, serta pengawasan terhadap tata kelola data perlu berjalan seiring dengan inovasi teknologi,” papar Reni.
Founder dan CEO MediaWave, Yose Rizal, menyampaikan bahwa teknologi AI mampu mempercepat proses bisnis IKM secara signifikan. “AI dapat menyelesaikan pekerjaan 2–5 kali lebih cepat dengan biaya lebih rendah. Masih ada kesenjangan teknologi, karena 90% UMKM global belum memiliki akses tools AI. Kami berharap kolaborasi dengan Kemenperin ini mempercepat adopsi di puluhan ribu IKM,” ujarnya.
Kerja sama ini menghadirkan akses platform AI yang dapat digunakan IKM untuk pembuatan konten pemasaran otomatis, perencanaan bisnis, laporan keuangan, hingga riset pengembangan produk, untuk meningkatkan daya saing IKM di pasar global.
sumber : Kemenperin RI















