Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ajbar, mendesak pemerintah untuk memberikan kepastian ketersediaan vaksin penyakit mulut dan kaki (PMK) bagi peternak, menyusul lonjakan kasus PMK pada sapi di tujuh provinsi Indonesia. Ia menekankan pentingnya akses vaksin gratis untuk peternak kecil, tanpa adanya pungutan biaya.
“Pastikan bahwa vaksin PMK cukup dan jangan ada pungutan atau biaya vaksin dari peternakan rakyat,” ujar Ajbar, menekankan bahwa peternakan rakyat tidak boleh dipungut biaya. Ia mengungkapkan bahwa banyak peternak yang enggan melaporkan ternaknya untuk divaksin, bahkan jika vaksinasi diberikan secara gratis.
Wabah PMK kini telah menjangkiti tujuh provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Lampung. Sejak pertengahan Desember 2024, jumlah kasus PMK terus meningkat, menimbulkan kekhawatiran di kalangan peternak dan masyarakat luas.
Ajbar mendesak Kementerian Pertanian (Kementan) untuk bertindak cepat dalam mengatasi wabah ini. Ia menekankan perlunya langkah konkret seperti percepatan distribusi vaksin, edukasi kepada peternak, serta jaminan vaksinasi gratis untuk menekan penyebaran virus.
Baca Juga: Menko Airlangga: Ketahanan Ekonomi Indonesia Masih Aman di Tengah Gejolak Global
Selain itu, Ajbar juga menyoroti pentingnya pendampingan terhadap peternak dalam menghadapi wabah ini. Banyak peternak kecil yang belum menyadari pentingnya vaksinasi, sehingga peran pemerintah sangat krusial dalam memastikan kesadaran dan keterlibatan peternak.
Dengan kasus PMK yang terus meningkat, Ajbar berharap pemerintah mengambil langkah tegas dan strategis demi melindungi sektor peternakan nasional. “Kesejahteraan peternak harus menjadi prioritas utama, dan pemerintah harus memastikan segala bentuk dukungan tersedia,” tutupnya.
Sumber: fraksipan.com















