Jakarta, PR Politik – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi menuntaskan proses transisi kepemimpinan melalui Musyawarah Majelis Syura I. Dalam musyawarah tersebut, Dr. Mohamad Sohibul Iman ditetapkan sebagai Ketua Majelis Syura PKS, sementara H. Almuzzammil Yusuf dipilih sebagai Presiden PKS periode 2025–2030.
Sekretaris Jenderal PKS demisioner, Aboe Bakar Alhabsyi, mengapresiasi kelancaran jalannya transisi ini. Ia menilai proses yang berlangsung menunjukkan kematangan demokrasi di tubuh PKS.
“Alhamdulillah, PKS telah melaksanakan transisi kepengurusan dengan sangat smooth. Terpilihnya profil baru menunjukkan bahwa PKS tidak kekurangan kader untuk memimpin, dan estafet kepemimpinan terus berjalan secara natural,” ujar Aboe Bakar dalam keterangannya, Rabu (4/6).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seluruh tahapan suksesi berlangsung secara cepat dan tertib. “Tanggal 31 Mei dilaksanakan Pemilu Raya. Hasilnya keluar tanggal 1 Juni. Lalu tanggal 2 dilakukan pengesahan anggota Majelis Syuro, dan tanggal 3 sudah dilangsungkan sidang Majelis Syuro untuk memilih Ketua Majelis Syuro dan Presiden PKS,” terangnya.
Aboe Bakar menegaskan bahwa keberhasilan proses ini menunjukkan bahwa PKS tidak bertumpu pada satu figur, melainkan ditopang oleh sistem kaderisasi yang kuat dan matang.
“Sebaliknya, ini mencerminkan kedewasaan demokrasi dan kekuatan sistem kaderisasi di tubuh PKS.”
Ia juga menyebut PKS sebagai partai modern yang memiliki tata kelola organisasi profesional. “Semua proses dilakukan dengan cepat, akurat, dan transparan. Alhamdulillah semua diberikan kelancaran,” ujarnya.
Dengan kepemimpinan baru yang telah terbentuk, Aboe Bakar berharap PKS semakin solid dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia.















