Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Alhabsy, mengungkapkan keprihatinannya atas penetapan empat hakim sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap yang ditangani oleh Kejaksaan Agung. Menurutnya, kejadian ini menjadi tamparan keras bagi integritas sistem peradilan Indonesia.
Keempat hakim yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Muhammad Arif Nuryanta, bersama dengan tiga hakim lainnya: Djuyamto, Agam Syarif Baharuddin, dan Ali Muhtarom. Mereka diduga terlibat dalam praktik suap terkait penanganan perkara korupsi ekspor crude palm oil (CPO).
“Kasus ini adalah ancaman serius yang merusak kepercayaan publik terhadap sistem hukum kita. Mafia peradilan adalah hal yang sangat berbahaya,” ujar Aboebakar Alhabsy dalam keterangannya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa praktik semacam ini tidak hanya mencoreng wajah peradilan, tetapi juga dapat merusak kepercayaan investor terhadap kepastian hukum di Indonesia. Aboebakar mendukung penuh langkah Kejaksaan Agung dalam membongkar praktik jual beli putusan pengadilan.
“Saya mendukung penuh upaya Kejagung untuk membersihkan institusi peradilan dari oknum-oknum yang mencederai keadilan,” tegasnya.
Aboebakar juga menyarankan agar Mahkamah Agung memperkuat pembinaan dan pengawasan internal di jajarannya. “Mahkamah Agung perlu melakukan evaluasi menyeluruh dan memperketat pengawasan terhadap para hakim,” tambahnya.
Komisi Yudisial juga diminta untuk berperan aktif dalam mengawasi kinerja hakim-hakim yang sedang menjalankan tugasnya, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ini adalah preseden buruk. Penanganan kasus korupsi yang justru menimbulkan korupsi baru menunjukkan adanya kelemahan sistemik yang harus segera diperbaiki,” ujar Aboebakar.
Ia juga mengingatkan bahwa negara tidak boleh kalah dalam menghadapi mafia peradilan. “Jika negara kalah, itu adalah aib besar. Negara harus menunjukkan ketegasan dan komitmen dalam memberantas praktik-praktik korupsi yang merusak sendi-sendi hukum dan keadilan,” pungkas Aboebakar.
Sumber: fraksi.pks.id















