“BMKG memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan memberikan pengetahuan terkait cuaca dan iklim. Ini sangat bermanfaat khususnya bagi petani di NTB, termasuk petani tembakau di Lombok yang sangat bergantung pada kondisi iklim. Nelayan juga memerlukan informasi cuaca untuk memastikan keamanan dan efisiensi saat melaut,” ujar Abdul Hadi.
Hadi menekankan bahwa pemahaman terhadap kondisi iklim dapat membantu petani dan nelayan dalam meningkatkan produktivitas mereka. Pengetahuan cuaca memandu petani dalam menentukan waktu tanam dan panen yang tepat, menjaga kualitas hasil pertanian, serta membantu nelayan memilih waktu yang aman untuk melaut guna mengurangi risiko kecelakaan laut akibat cuaca buruk.
“Bila para petani dan nelayan lebih memahami perubahan iklim dan pola cuaca, mereka akan dapat mengatur strategi dan perencanaan yang lebih baik dalam kegiatan sehari-hari mereka. Hal ini tentu mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas hasil produksi, yang pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan kita,” jelas Abdul Hadi, politisi PKS asal Lombok.
Ia juga berharap BMKG dapat terus berinovasi dalam penyampaian informasi cuaca yang mudah diakses dan dipahami oleh petani dan nelayan, sehingga mereka bisa memanfaatkan data cuaca dalam perencanaan mereka. Abdul Hadi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara BMKG, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menyusun program edukasi cuaca yang efektif.
“Dengan dukungan penuh dari BMKG, saya optimistis bahwa sektor pertanian dan perikanan, khususnya di NTB, akan terus berkembang dan mampu mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” tutup Abdul Hadi.
Sumber: Fraksi.pks.id















