Jakarta, PR Politik (17/12) – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid (HNW) menyatakan dukungannya terhadap opini publik yang memperjuangkan kedaulatan rakyat Suriah setelah tumbangnya rezim tirani Presiden Bashar Al Assad. Ia berharap agar pencapaian ini dapat dijaga dengan baik, sehingga pengalihan kekuasaan dapat dilakukan secara damai demi masa depan Suriah yang lebih baik.
“Pemerintah Indonesia perlu menyampaikan pengakuan dan dukungannya terhadap pemerintahan yang baru ke depan, serta bekerja sama untuk menjaga ketertiban dunia sesuai dengan amanat pembukaan UUD NRI 1945 secara konsisten,” ungkap HNW dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (13/12).
HNW, sapaan akrabnya, juga berharap agar pemerintahan Suriah yang baru dapat menjaga amanah masyarakat Suriah dan harapan masyarakat global dengan maksimal, serta benar-benar menjaga kedaulatan rakyat mereka.
“Kedaulatan rakyat harus dijaga, agar tidak keluar dari satu masalah, tetapi justru masuk ke masalah baru,” tegasnya.
Lebih lanjut, HNW mendukung negara-negara di dunia, baik negara-negara barat maupun negara-negara Arab, yang telah menyatakan akan bekerja sama dengan pemerintahan baru Suriah. Ia juga mengapresiasi rencana Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan negara lainnya yang akan mencoret kelompok perlawanan yang berhasil menumbangkan rezim Assad dari daftar teroris.
“Ini merupakan langkah yang sangat baik, karena kelompok-kelompok itu sejatinya merepresentasikan rakyat Suriah. Hal itu juga dibuktikan dari euforia masyarakat Suriah, tidak hanya di dalam negeri, tetapi di mancanegara, yang merayakan kejatuhan rezim tirani Assad ini,” tuturnya.
Baca Juga: BKSAP DPR RI Kunjungi WHO di Jenewa untuk Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan
HNW menekankan pentingnya menjaga kedaulatan Suriah dari upaya intervensi pihak luar, termasuk Israel. Ia mengkritik keras tindakan Israel yang melakukan intervensi militer terhadap Suriah pasca kejatuhan Assad.
“Israel bukan hanya menolak Resolusi PBB untuk segera menghentikan perang atau genosida di Gaza, Palestina, tetapi justru memanfaatkan konsentrasi sukses pejuang Suriah yang mengelola transisi pemerintahan untuk diserang secara militer, termasuk memasuki dan berupaya terus mencaplok wilayah Suriah, yakni Dataran Tinggi Golan,” jelasnya.
HNW meminta agar pemerintah Indonesia bersama negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) berkolaborasi untuk memaksimalkan perannya dalam menciptakan perdamaian dan menentang penjajahan di kawasan Suriah dan Timur Tengah.
“Yang paling penting, kedaulatan rakyat Suriah yang telah terbebas dari Rezim Assad ini harus dapat menjadi pintu besar untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan menghentikan penjajahan Israel, sehingga perdamaian abadi dan ketertiban dunia dapat diwujudkan,” pungkasnya.
Sumber: fraksi.pks.id















