Tekan Stres Kerja, DWP Kemenaker Bekali Pegawai Keterampilan Psychological First Aid

Jakarta, PR Politik – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar workshop Penguatan Kapasitas Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Pertama Psikologis bagi pegawai di lingkungan kementerian. Agenda edukasi ini diluncurkan sebagai upaya konkret untuk membangun ekosistem lingkungan kerja yang lebih peduli, suportif, dan responsif terhadap kondisi kesehatan mental sesama rekan kerja.

Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pegawai serta anggota DWP Kemnaker ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan taktis peserta dalam menyuplai dukungan psikologis awal. Selain itu, pelatihan ini diarahkan untuk membangun komunikasi yang empatik sekaligus memperkuat budaya saling menjaga di ruang lingkup kerja.

Penasihat I DWP Kemnaker, Sumarni Yassierli, memaparkan bahwa lingkungan kerja yang sehat secara psikis perlu dikonstruksi melalui rajutan kepedulian, empati, dan kemampuan untuk saling menopang antarsesama pegawai. Menurut analisisnya, tantangan serta dinamika dunia kerja modern yang terus berkembang menuntut setiap individu tidak hanya mengunci kompetensi teknis yang baik, melainkan juga kepekaan terhadap kondisi mental rekan kerja di sekitarnya.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat memahami pentingnya dukungan psikologis awal, membangun komunikasi yang lebih empatik, serta menumbuhkan budaya saling peduli di lingkungan kerja,” ujarnya melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (25/6).

Ia menambahkan, kemampuan untuk mendengarkan secara aktif, memahami masalah tanpa menghakimi, serta memberikan dukungan emosional yang tepat merupakan keterampilan penting. Karakteristik interpersonal tersebut dinilai andal membantu menciptakan suasana kerja yang nyaman, harmonis, dan produktif.

Lebih lanjut, lingkungan kerja yang sehat dan kondusif secara otomatis akan menopang eskalasi kinerja organisasi secara agregat, sekaligus memperkuat mutu kualitas pelayanan birokrasi kepada masyarakat luas.

Sepanjang pelatihan berjalan, workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten yang mengupas tuntas berbagai materi fundamental. Kurikulum pelatihan mencakup pengenalan dasar Psychological First Aid, tahapan implementasi di lapangan, teknik komunikasi terapeutik, hingga metode taktis dalam melakukan stabilisasi emosi secara mandiri.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Hadiri Acara Halal Bihalal Dengan Purnawirawan TNI AD & Keluarga Besar TNI - Polri

Guna mempertebal pemahaman para peserta, panitia tidak hanya mengandalkan paparan materi satu arah, melainkan juga mewajibkan peserta mengikuti sesi praktik langsung dan role play (simulasi peran). Metode hibrida ini disiapkan agar para pegawai mampu mengadopsi konsep-konsep PFA secara riil saat menghadapi konflik atau tekanan kerja di dunia nyata.

Ia berharap seluruh akumulasi pengetahuan serta keterampilan baru yang diperoleh para peserta dapat diimplementasikan dalam rutinitas kehidupan sehari-hari, baik dalam internal lingkungan kerja maupun pada interaksi sosial kemasyarakatan lainnya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat budaya kerja yang peduli, suportif, dan responsif, sehingga tercipta lingkungan kerja yang sehat dan kondusif bagi seluruh pegawai,” ucapnya memungkasi pernyataannya.

sumber : Kemnaker RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru