Denpasar, PR Politik – Hari Raya Galungan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan bagi umat Hindu, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga warisan budaya Bali di tengah arus perubahan sosial. Berangkat dari semangat tersebut, Ketua DPW Partai Perindo Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk konsisten menjaga adat, tradisi, dan persatuan sebagai bagian dari identitas Pulau Dewata.
Pria yang akrab disapa Jro Bima itu menilai bahwa esensi kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (keburukan) dalam Hari Raya Galungan wajib menjadi pengingat bagi masyarakat untuk merawat keharmonisan sosial serta kecintaan terhadap Bali.
“Hari Raya Galungan adalah simbol kemenangan Dharma atas Adharma. Saya mengajak seluruh masyarakat Bali untuk terus meningkatkan kebersamaan, menjaga tanah Bali, serta melestarikan adat istiadat yang telah diwariskan oleh leluhur kita,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/06).
Ia menegaskan bahwa struktur Partai Perindo di wilayahnya harus memposisikan diri sebagai wadah perjuangan konkret yang mampu menolong masyarakat, sekaligus membentengi nilai-nilai kebudayaan lokal agar tidak tergerus zaman.
“Partai Perindo yang saya pimpin di Bali akan saya gunakan sebagai alat perjuangan untuk membantu dan menjaga masyarakat Bali dengan tulus dan sepenuh hati,” tegasnya.
Demi merealisasikan misi pengabdian tersebut, Jro Bima berkomitmen menyusun program kerja hibrida yang menyentuh langsung kebutuhan primer kedaerahan. Salah satu langkah taktis yang dijanjikan adalah pengadaan bantuan daging babi gratis menjelang Galungan, sebuah tradisi pangan yang dinilai sarat akan makna kebersamaan namun kerap terkendala fluktuasi harga pasar. Program ini siap diundangkan secara resmi jika Perindo berhasil mengunci keterwakilan kursi di DPRD Bali pada Pemilu mendatang.
“Saya berjanji, apabila Partai Perindo Bali nantinya memiliki wakil di DPRD Bali, saya akan berupaya merealisasikan program bantuan daging babi bagi masyarakat Bali pada setiap Hari Raya Galungan sebagai bentuk kepedulian terhadap tradisi dan kebutuhan masyarakat, saat ini hanya doa tulus yang saya berikan untuk semua masyarakat Bali semoga senantiasa diberikan kerahayuan dan kerahajengan,” ungkapnya secara blak-blakan.
Lebih lanjut, ia menandaskan bahwa gerakan politik yang dibangunnya haram hukumnya jika hanya diorientasikan pada syahwat perburuan kekuasaan kosmetik semata. Sebaliknya, orientasi partai harus diarahkan untuk melahirkan multiplier effect berupa kemakmuran ekonomi yang berkeadilan dan menjaga Bali tetap ajeg.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Bali untuk berjuang bersama Partai Perindo mewujudkan perubahan menuju Bali yang lebih baik dan lebih sejahtera. Ini adalah janji saya di hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para Dewa yang saya sucikan pada Hari Raya Galungan ini,” cetusnya mengunci komitmen spiritual kepartaian.
Portofolio gerakan sosial ini diklaim telah berjalan secara kontinyu di lapangan, meliputi aksi pembagian kursi roda bagi penyandang disabilitas, donor darah massal, penyaluran paket sembako, hingga gerakan kebersihan hibrida yang menyisir kawasan pantai dan tempat peribadatan pura.
Menutup laporannya, ia optimistis bahwa pendekatan kultural dan kemanusiaan yang bersih dari ego sektoral birokrasi ini andal merebut simpati publik. Perindo Bali disiapkan untuk bermutasi menjadi mesin transformasi sosial yang akuntabel guna mengamankan masa depan generasi muda Bali tanpa merusak tatanan adat yang sakral.
sumber : Perindo















