Kunjungi RI Keempat Kalinya, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Desak Ratifikasi IEU-CEPA demi Geliat Investasi UMKM

Jakarta, PR Politik – Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, melayangkan apresiasi mendalam atas sambutan hangat yang didelegasikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangkaian kunjungan kenegaraannya ke tanah air. Melalui draf pernyataan pers bersama yang dihentak di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/06), Presiden Steinmeier menegaskan bahwa lawatan diplomatik ini bertindak sebagai draf cerminan dari betapa vitalnya poros Jakarta-Berlin yang terus merangkak naik di berbagai klaster strategis.

Kunjungan resmi kepala negara Eropa ini sekaligus mengukuhkan komitmen jangka panjang Jerman untuk menempatkan Indonesia sebagai mitra geopolitik utama di kawasan Asia Tenggara.

“Saya gembira bisa kembali berkunjung ke Indonesia. Ini merupakan keempat kalinya saya berkunjung ke sini. Jumlah kunjungan ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan dengan Indonesia bagi kami di Jerman,” urainya di hadapan barisan awak media massa.

Ia memberikan penekanan mengenai krusialnya langkah memperdalam kemitraan hibrida antar-kedua yurisdiksi. Menurut analisisnya, fondasi hubungan bilateral tersebut sejatinya telah terkunci kuat sejak draf kesepakatan Deklarasi Jakarta ditandatangani pada tahun 2012 silam, dan kini mengantongi potensi raksasa untuk terus diamankan lewat koridor kolaborasi yang lebih cair.

“Tadi Anda sudah katakan betapa pentingnya keanekaragaman topik yang kita bicarakan dan betapa banyak perkembangannya selama beberapa tahun akhir ini, dan betapa besarnya potensi untuk bisa dikembangkan lagi,” cetusnya menjabarkan draf kemajuan evaluasi kerja sama di hadapan Presiden Prabowo.

Selain membedah urusan bilateral, Presiden Jerman secara blak-blakan melayangkan draf pengakuan atas taji diplomasi Indonesia di panggung regional. Ia menilai yurisdiksi Indonesia sukses mengonversi diri menjadi jangkar sekaligus faktor stabilitas paling sakral dalam mengonstruksi arsitektur keamanan di lingkaran ASEAN dari kepungan potensi konflik asimetris.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Panggil Menteri Rosan, Dorong Percepatan Hilirisasi dan Proyek Waste-to-Energy

“Indonesia merupakan faktor stabilitas penting di dalam kawasan ASEAN dan kami melihat bahwa Indonesia tidak hanya yakin akan peran itu, tetapi juga terus mengembangkan peran pentingnya,” sambungnya membedah posisi geopolitik regional tersebut.

Beralih ke klaster ekonomi hibrida, ia meniupkan sinyal positif terkait kelanjutan draf perundingan Indonesia–Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang telah ditandatangani. Pihaknya berjanji akan mengawal agar draf perjanjian internasional tersebut dapat secepatnya diratifikasi oleh parlemen Jerman guna membuka lebar-lebar peluang investasi baru, transfer teknologi siber, serta menyuplai gizi pertumbuhan bagi dunia usaha di kedua negara.

Jerman meyakini bahwa IEU-CEPA merupakan draf peluru kendali utama yang andal memangkas regulasi kaku dan hambatan birokrasi, sehingga korporasi klaster menengah di Eropa dapat dengan aman menanamkan modalnya di bumi nusantara.

“Perjanjian ini mengandung potensi yang sangat besar. Dan dengan itu dimungkinkan investasi baru dan juga memberi peluang bagi perusahaan kecil dan menengah dari Jerman untuk mereka dibuka jalan untuk mengadakan investasi di Indonesia,” urainya secara rinci.

“Bapak Presiden, Yang Mulia, saya rasa itu menguntungkan bagi kedua belah pihak, bagi kedua negara kita,” pungkasnya menutup rilis pers bersama dengan nada optimis.

Menutup rilis medianya, pertemuan bilateral tingkat tinggi di Istana Merdeka ini mengirimkan sinyal benderang ke pasar global bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi hijau yang kompetitif, aman, serta bersih dari malafidat birokrasi, sekaligus siap menyongsong era industrialisasi baru yang akuntabel bersama kekuatan ekonomi terbesar di Eropa.

sumber : Kemensetneg RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru