Hadapi Terorisme Siber dan Kerentanan Pemuda, Kemhan RI Pimpin Forum Intelijen Keamanan ASEAN Our Eyes

Yogyakarta, PR Politik – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) melalui Kepala Pusat Analisis Intelijen Pertahanan Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Pertahanan (Pus Analisis Intelhan BIK Intelhan), Brigadir Jenderal TNI Efran Gunawan, secara resmi membuka sekaligus memimpin jalannya pertemuan The 10th ASEAN Our Eyes Working Group. Forum strategis yang digulirkan di Yogyakarta pada 9–12 Juni 2026 ini bertindak sebagai momentum krusial bagi negara-negara anggota ASEAN untuk mempertebal benteng ketahanan kolektif terhadap ancaman terorisme, radikalisme, dan ekstremisme kekerasan di kawasan.

Mengawali rangkaian sidang pleno, delegasi Indonesia menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam serta solidaritas penuh kepada Pemerintah dan rakyat Filipina atas musibah gempa bumi tektonik yang mengguncang kawasan Filipina Selatan pada 8 Juni 2026. Brigjen TNI Efran menegaskan bahwa Indonesia berdiri tegak bersama keluarga besar ASEAN dalam mendukung penuh upaya pemulihan dan rekonstruksi pascabencana.

Dalam pidato pengarahannya, Brigjen TNI Efran mengingatkan seluruh perwakilan intelijen militer kawasan agar tidak mengendurkan kewaspadaan, meskipun grafik tren ancaman aksi terorisme di Asia Tenggara secara kuantitatif menunjukkan penurunan. Ia menganalisis bahwa dinamika konflik geopolitik global saat ini telah mengganggu sirkuit rantai pasok energi dan keamanan jalur pelayaran internasional, yang secara linier berpotensi memicu risiko sel-sel terorisme baru, infiltrasi ancaman siber, hingga ledakan krisis pengungsi lintas batas.

Agenda utama dalam The 10th ASEAN Our Eyes Working Group ini difokuskan pada pembaruan data (update) situasi terorisme regional, penyempurnaan taktis mekanisme pertukaran informasi strategis antarnegara (information sharing), serta sesi pemaparan ilmiah dari barisan pakar kontra-terorisme global.

Forum ini menghadirkan pengamat kawakan Dr. Noor Huda Ismail yang membedah draf analisis bertajuk The Global Impact of Regional Terrorism. Selain itu, hadir pula Arindha Nityasari dari MCyberSecAnalysis yang mengupas tuntas draf kerentanan dunia siber lewat materi Evolving Dynamics of Radicalization and Terrorism: Digital Threats and Youth Vulnerability in the ASEAN Region. Kedua narasumber tersebut menyodorkan potret buram mengenai masifnya infiltrasi paham radikal yang menyasar generasi muda via platform digital.

Baca Juga:  Pulihkan Jalur Padang–Bukittinggi, Kementerian PU Percepat Audit Struktur Jembatan Kembar Margayasa

Saat mengetuk palu sidang penutupan, Brigjen TNI Efran melayangkan apresiasi tertulis atas partisipasi aktif dan kontribusi pemikiran dari seluruh perwakilan militer ASEAN yang hadir di Yogyakarta. Dialog konstruktif yang terjalin sepanjang empat hari ini dinilai sukses membuktikan kembali vitalnya eksistensi platform kerja sama di bawah payung ASEAN Our Eyes sebagai instrumen pencegah konflik pra-bencana.

Menutup rilis siber pertahanannya, Indonesia menegaskan komitmen geopolitiknya untuk terus berada di garda terdepan dalam memacu sirkuit pertukaran data intelijen strategis yang cepat, akurat, dan tepercaya.

Pemerintah RI meyakini bahwa melalui rajutan kolaborasi yang berkelanjutan, penguatan rasa saling percaya (mutual trust), serta soliditas tanpa sekat ego sektoral, kawasan ASEAN akan tetap mampu merawat perdamaian, mengunci stabilitas keamanan, serta bertransformasi menjadi kawasan yang tangguh dalam melindas setiap potensi ancaman asimetris di masa depan.

sumber : Kemhan RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru