Tinjau Ekosistem Pabrik 539 Hektare di Subang, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Cek Kesiapan Proyek Mobil Nasional

Subang, PR Politik – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan kunjungan kerja strategis ke kawasan pengembangan Proyek Mobil Nasional yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (10/6). Peninjauan lapangan ini dilepaskan guna melihat dari dekat progres pembangunan fasilitas manufaktur sekaligus memastikan kesiapan sirkuit kawasan yang diproyeksikan bakal bertransformasi menjadi salah satu instalasi strategis nasional terpenting dalam menyokong kedaulatan industri dan ekonomi Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, ia menerima draf paparan teknis secara komprehensif dari Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa. Berdasarkan cetak biru (masterplan) yang disodorkan, sirkuit pengembangan kawasan industri otomotif terintegrasi ini pada tahap hulu dibangun di atas lahan seluas 60 hektare dengan target kapasitas produksi mencapai 50.000 unit kendaraan per tahun.

Untuk jangka panjang, gurita ekosistem manufaktur hibrida ini direncanakan bakal berekspansi secara agresif hingga mencakup total luas lahan 539 hektare, dengan proyeksi kapasitas produksi raksasa menyentuh angka 300.000 unit kendaraan per tahun.

Ia menegaskan bahwa arsitektur pembangunan industri nasional yang berbasis pada penguasaan teknologi tinggi dan manufaktur mandiri memiliki nilai geopolitik yang sangat strategis bagi kemandirian bangsa. Selain mendongkrak kurva kemampuan produksi domestik, megaproyek ini bertindak sebagai fondasi ekonomi yang tangguh guna memutus ketergantungan impor barang modal melalui peningkatan daya saing serta pembenahan draf mutu Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.

Guna mengunci akuntabilitas dan presisi jadwal pengembangan, Menhan menyisir langsung sejumlah sirkuit lokasi yang diplot menjadi fasilitas utama produksi. Wilayah peninjauan meliputi area pabrikasi massal, pusat rekayasa dan rancang bangun kendaraan (vehicle engineering center), sirkuit fasilitas pengujian (test track), hingga aneka sarana logistik pendukung lainnya yang mengikat dalam dokumen masterplan.

Baca Juga:  Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Indonesia Kecam Keras dan Desak Penyelidikan Menyeluruh

Dengan besarnya skala kapasitas yang dicanangkan, proyek mercusuar ini diproyeksikan andal memicu pergerakan roda perekonomian secara masif di wilayah Subang dan sekitarnya. Efek domino positif tersebut bakal menggelinding melalui peningkatan arus investasi, menjamurnya industri pendukung klaster kecil-menengah, serta draf penyerapan tenaga kerja lokal yang diestimasi mampu menyedot hingga kisaran 2.000 orang.

Ia menaruh harapan besar agar sinergi hibrida antara pemerintah pusat, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperketat. Langkah ini dinilai vital agar proyek strategis pertahanan ekonomi ini berjalan mulus sesuai linimasa dan melayangkan manfaat riil bagi rakyat bawah, sekaligus mengukuhkan kemandirian industri dalam negeri sebagai salah satu pilar utama pertahanan negara.

Dalam sirkuit kunjungan kerja tersebut, ia terpantau dikawal oleh barisan elite militer dan birokrasi pertahanan negara, meliputi Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Kabaloghan Kemhan, Direktur Utama PT Pindad, serta Kepala Staf Kodam (Kasdam) III/Siliwangi. Kehadiran formasi komando lengkap ini menjadi draf indikator kuat bahwa proyek mobil nasional berada di bawah pengawasan ketat demi mengeliminasi potensi munculnya malafidat operasional maupun kendala teknis di lapangan.

sumber : Kemhan RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru