Bagikan DNA yang Sama, Menlu Sugiono dan Menlu Malaysia Kebut Rute Roro Dumai-Melaka

Jakarta, PR Politik – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Sugiono, bersama Menteri Luar Negeri Malaysia, Dato’ Seri Utama Haji Mohamad bin Haji Hasan, memimpin jalannya Pertemuan ke-17 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) Indonesia-Malaysia. Forum diplomasi tingkat tinggi ini diorkestrasi secara formal di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat (5/6).

Pertemuan bilateral ini menegaskan kembali eratnya rajutan hubungan antara Jakarta dan Kuala Lumpur yang tidak sekadar berdiri sebagai negara tetangga dekat, melainkan sebagai sesama pendiri ASEAN, negara serumpun, dan mitra strategis (strategic partner). Menghadapi kepungan dinamika dan ketidakpastian global, kedua negara bersepakat memperketat kerja sama bilateral sekaligus mengawal persatuan dan sentralitas ASEAN.

“Hubungan antara Indonesia dan Malaysia merupakan sebuah hubungan yang lebih dalam daripada sekedar hubungan bilateral dua negara, karena Indonesia dan Malaysia berbagi DNA, budaya, bahasa, perbatasan, dan banyak hal yang sama,” tegasnya membedah draf kedekatan sosiologis kedua bangsa di hadapan delegasi.

Pertemuan ke-17 JCBC ini bertindak sebagai draf langkah taktis untuk menindaklanjuti hasil Konsultasi Tahunan ke-13 antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim yang digelar tahun lalu. Kedua Menlu terpantau melakukan audit menyeluruh terhadap perkembangan hubungan bilateral seraya mengunci barisan agenda prioritas kedua negara.

Ruang negosiasi siber dan lapangan tersebut membedah draf percepatan penyelesaian sengketa perbatasan darat maupun maritim, serta pengetatan sistem pelindungan warga negara dan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Salah satu poin krusial yang digarisbawahi adalah jaminan penyediaan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak PMI di Malaysia.

Di samping itu, dibahas pula draf penguatan kerja sama ekonomi makro, perluasan investasi, ketahanan energi, industri halal, konektivitas, sektor kesehatan, kerja sama sains dan teknologi, hingga akselerasi sektor pariwisata.

Baca Juga:  Kementan Genjot Program Pompanisasi dan Pipanisasi, Wujudkan Merdeka Air bagi Petani

JCBC ke-17 ini mencatat draf rapor hijau kemajuan pada sejumlah sektor, terkhusus tata kelola perbatasan negara dan penguatan konektivitas logistik. Salah satu proyek fisik yang dikebut adalah aktivasi inisiatif kapal penyeberangan Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) untuk rute Dumai–Melaka serta koridor Johor–Batam. Sektor pertahanan, keamanan laut, dan mitigasi kejahatan maritim juga dilaporkan mengalami peningkatan koordinasi yang intensif.

Klaster Kerja Sama JCBC ke-17 Garis Besar Capaian & Target Bilateral
Sektor Konektivitas Fisik Akselerasi proyek Kapal Ro-Ro Dumai–Melaka dan Johor–Batam
Sektor Pelindungan Sosial Penguatan hak PMI dan pembukaan akses sekolah bagi anak migran
Sektor Kedaulatan Wilayah Finalisasi draf batas darat dan maritim kedua negara
Sektor Geopolitik Regional Pengawalan sentralitas ASEAN, isu Myanmar, dan kemerdekaan Palestina

Di luar urusan internal, Sugiono dan Mohamad Hasan saling melempar draf pandangan mengenai konjungtur geopolitik regional dan global. Kedua menlu menyepakati doktrin bahwa sentralitas ASEAN merupakan harga mati untuk memelihara stabilitas kawasan, mendorong penyelesaian krisis kemanusiaan di Myanmar, mendukung de-eskalasi konflik militer di Timur Tengah, serta melayangkan dukungan mutlak bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.

Menutup draf keterangan resminya, kedua otoritas diplomatik tertinggi ini mengunci pakta komitmen untuk terus mempertebal koordinasi siber dan lapangan di berbagai forum internasional. Langkah ini diambil guna menyuarakan kepentingan ekonomi-politik negara-negara berkembang yang bernaung di bawah lingkaran Global South demi menciptakan kemakmuran kawasan yang inklusif.

sumber : Kemlu RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru