Monterey, PR Politik – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat diplomasi pendidikan di Amerika Serikat. Hal ini ditegaskan dalam pertemuan antara Konsul Jenderal RI, Yohpy Ichsan Wardana, dengan Presiden Naval Postgraduate School (NPS), Vice Admiral Ann E. Rondeau (Ret), di sela-sela prosesi wisuda Winter Quarter Commencement Ceremony di Monterey, California.
Dalam pertemuan tersebut, Konjen Yohpy menekankan bahwa pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) merupakan pilar utama dalam investasi jangka panjang pemerintah Indonesia saat ini.
“Pendidikan dan pengembangan kapasitas merupakan investasi SDM jangka panjang yang menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia saat ini. Oleh karena itu, Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama pendidikan dengan berbagai mitra, termasuk Amerika Serikat, serta mendorong semakin banyak mahasiswa Indonesia untuk berpartisipasi dan menempuh studi di NPS,” tegasnya.
Presiden NPS, Ann E. Rondeau, menyambut hangat inisiatif tersebut dan memberikan apresiasi tinggi terhadap rekam jejak mahasiswa asal Indonesia yang menempuh studi di institusinya. Indonesia mencatatkan kontribusi signifikan dengan total 345 alumni, baik dari jenjang magister maupun doktoral.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara Pemerintah Indonesia dan NPS. Kami juga mengapresiasi peran aktif KJRI San Francisco dalam mendukung penguatan kerja sama pendidikan ini. Mahasiswa Indonesia dikenal sebagai siswa yang rajin dan berprestasi, dan kami menyambut baik ke depannya jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di NPS dapat terus meningkat,” ujarnya.
Seremoni wisuda kali ini diikuti oleh lulusan dari 23 negara, mempertegas posisi NPS sebagai pusat pendidikan pertahanan internasional yang strategis.
Salah satu bukti nyata keberhasilan kerja sama ini adalah terpilihnya perwira TNI Angkatan Laut, Eben Haezer Marjuanta Siagian dari Komando Armada III, yang berhasil menyelesaikan studi Magister pada program Manpower Systems Analysis. Keberhasilan ini mencerminkan peningkatan kapasitas SDM pertahanan Indonesia di level global.
NPS sendiri merupakan institusi pendidikan militer prestisius yang didirikan sejak 1909. Dikenal sebagai pusat pengembangan kepemimpinan strategis dan inovasi pertahanan, NPS telah melahirkan lebih dari 70.000 alumni yang banyak menduduki posisi kunci sebagai perwira tinggi militer hingga pembuat kebijakan di berbagai belahan dunia.
sumber : Kemlu RI















