Berdayakan Generasi Muda dalam Kebijakan Global, Kemlu Gelar “Ngobras Diplomasi” di UIII

Depok, PR Politik – Kementerian Luar Negeri RI melalui Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) bekerja sama dengan Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) dan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) menggelar forum diskusi “Ngobrol Asik (Ngobras) Diplomasi”, Jumat (13/3). Mengusung tema “Youth and Diplomacy”, ajang ini bertujuan mendorong peran strategis pemuda sebagai aktor utama dalam diplomasi dan pembentukan kebijakan global.

Acara yang diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa internasional, serta komunitas pemuda ini menegaskan bahwa pemuda kini menjadi pilar penting dalam second track diplomasi. Rektor UIII, Professor Jamhari Makruf, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang mempertemukan berbagai latar belakang budaya ini.

“Dari diskusi yang bermakna hingga kebersamaan dalam berbuka puasa, kegiatan ini menjadi perayaan keberagaman, pertukaran budaya, dan persahabatan. Diplomasi tidak hanya dibangun melalui dialog, tetapi juga melalui hubungan yang kita bangun satu sama lain,” ungkapnya.

Direktur Jenderal IDP, Heru Hartanto Subolo, dalam sambutannya menyoroti pergeseran peran pemuda yang kini tidak lagi sekadar menjadi pendengar, melainkan penggerak di garis depan dialog internasional. Keberanian pemuda dalam mendobrak status quo dinilai sebagai kunci penyelesaian tantangan global.

“Kemampuan pemuda dalam menjembatani budaya serta keberanian untuk tidak menerima status quo menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global yang tidak dapat diselesaikan oleh generasi sebelumnya,” tegasnya.

Diskusi ini menghadirkan panelis kompeten, di antaranya Kepala BSKLN Kemlu Muhammad Takdir, Wakil Presiden OIC Youth Indonesia Nurul Hidayatul Ummah, serta mahasiswa doktoral UIII asal Pakistan, Sohaib Syafique.

Kepala BSKLN Muhammad Takdir menekankan bahwa keterlibatan pemuda dalam diplomasi harus berakar pada pemahaman kewarganegaraan yang kuat. Pemuda diharapkan mampu menjadi aset soft power yang mempromosikan budaya bangsa sekaligus membangun jejaring internasional yang solid.

Baca Juga:  Kementerian PU dan IPB Kenalkan Teknologi Irigasi Hemat Air ke Pelajar, Dorong Swasembada Pangan

“Penguatan peran pemuda perlu diawali dengan pemahaman dasar mengenai civic duties sebagai fondasi berpartisipasi dalam demokrasi dan diplomasi,” tuturnya.

Ngobras Diplomasi seri ke-4 ini ditutup dengan sesi buka puasa bersama yang unik, menyajikan ragam takjil internasional hasil kreasi mahasiswa UIII. Momentum ini menjadi sarana nyata penguatan people-to-people contact dan saling pengertian antarbangsa di lingkungan akademis.

sumber : Kemlu RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru