Jakarta, PR Politik – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan jaminan kepada masyarakat mengenai ketahanan energi nasional di tengah fluktuasi geopolitik global. Pemerintah memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG, hingga pasokan listrik tetap berada pada level aman dan terkendali sesuai standar nasional menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Menteri Bahlil menjelaskan bahwa meski ketidakpastian dunia masih membayangi, Indonesia mulai melihat indikasi positif terkait jalur distribusi energi di titik krusial global, yakni Selat Hormuz.
“Kita sedikit mendapat angin segar, dengan Selat Hormuz, itu sudah mulai ada kebijakan tutup-buka. Artinya, bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi. Dan ini sebenarnya adalah sebuah perkembangan yang positif,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/3).
Kementerian ESDM bersama badan usaha terkait terus memantau pergerakan stok energi secara harian. Untuk sektor kelistrikan, pasokan batu bara bagi PLN dipastikan stabil, sementara pasokan LPG tambahan dijadwalkan masuk pada akhir bulan ini untuk memperkuat cadangan nasional.
“Ketersediaan BBM, LPG, listrik untuk Indonesia, semuanya masih dalam keadaan terkendali, aman, sesuai dengan standar minimal stok nasional kita. Nah, untuk menyangkut dengan LPG, kita juga sekarang di akhir bulan ini akan ada yang masuk juga. Jadi relatif oke. Yang Hari Raya, nggak ada masalah. Batu Bara juga untuk PLN, rata-rata di 14-15 hari itu memang batas minimal standar nasional kita,” jelasnya.
Menteri Bahlil juga menepis kekhawatiran masyarakat mengenai potensi kenaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki skema perhitungan mandiri yang tidak bisa disamakan begitu saja dengan kebijakan negara lain. Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat, setidaknya hingga masa perayaan Hari Raya berakhir.
Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga selama pergerakan harga minyak dunia masih berada dalam koridor asumsi APBN. Menteri ESDM menegaskan bahwa negara akan terus hadir untuk mengelola tantangan energi demi kepentingan rakyat.
“Tugas pemerintah, tugas pemimpin, itu menyelesaikan masalah. Bukan menghindari masalah. Masalah rakyat adalah tanggung jawab utamanya pemerintah dan rakyat sendiri. Kita sama-sama menyelesaikan,” pungkasnya.
sumber : ESDM RI















