Dukung Kemajuan Silat Kamboja, Indonesia Perkuat Diplomasi Olahraga di “Negeri Seribu Pagoda”

Phnom Penh, PR Politik – Indonesia menegaskan komitmen berkelanjutannya dalam mendukung perkembangan pencak silat di Kamboja. Saat ini, cabang olahraga bela diri asal Nusantara tersebut tercatat sebagai salah satu olahraga dengan pertumbuhan tercepat di Kamboja.

Hal tersebut disampaikan oleh Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) KBRI Phnom Penh, Krishnajie, saat menghadiri penutupan The 2026 Pencak Silat National Championship di Phnom Penh, Minggu (15/3).

“Indonesia bangga melihat dukungan yang telah diberikan untuk perkembangan pencak silat Kamboja telah memberikan hasil yang nyata,” ujarnya dalam sambutannya.

Kejuaraan nasional tahun ini diikuti oleh 105 pesilat dari 24 klub yang tersebar di sembilan provinsi di Kamboja. Sebanyak 14 kategori dipertandingkan dalam ajang yang menjadi batu loncatan bagi para atlet lokal untuk menembus kancah internasional.

Wakil Presiden Federasi Pencak Silat Kamboja (CPSF), Chheang Sovanrotana, menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang khusus untuk menjaring bibit unggul yang akan mewakili Kamboja pada kejuaraan tingkat regional maupun dunia.

Pesatnya prestasi silat Kamboja, termasuk keberhasilan meraih medali emas pada SEA Games 2023, tidak lepas dari kontribusi teknis dan pembinaan dari Indonesia. CPSF mengakui bantuan Indonesia telah meningkatkan kualitas atlet, pelatih, hingga ofisial secara signifikan.

Menariknya, pembentukan CPSF pada tahun 2024 merupakan tindak lanjut dari usulan strategis Presiden Prabowo Subianto saat berkunjung ke Kamboja pada tahun 2022. Dukungan tersebut terus berlanjut baik dalam kapasitas beliau sebagai kepala negara maupun sebagai Ketua Umum PB IPSI.

KBRI Phnom Penh berharap sinergi di bidang olahraga ini dapat menjadi jembatan yang memperkokoh hubungan people-to-people antara masyarakat Indonesia dan Kamboja.

“Pencak silat memiliki nilai luhur universal yang dapat diterima semua bangsa. Kerja sama di cabang olahraga ini dapat mempererat persahabatan masyarakat Indonesia dan Kamboja serta memperkuat hubungan kedua negara,” pungkasnya.

Baca Juga:  Mensos Ungkap Sekolah Rakyat Akan Dibangun Di 45 Titik Pada Tahap Pertama

Melalui prestasi yang terus meningkat, pencak silat kini tidak hanya menjadi identitas budaya Indonesia, tetapi juga sarana diplomasi efektif yang menginspirasi generasi muda di kawasan Asia Tenggara.

sumber : Kemlu RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru