Perkuat Diplomasi Budaya di Korea, Novel “Gadis Kretek” Resmi Diluncurkan dalam Bahasa Korea

Seoul, PR Politik – Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Republik Korea kini merambah ke ranah literatur melalui peluncuran novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala dalam versi bahasa Korea. Acara peluncuran ini berlangsung di ASEAN-Korea Centre (AKC), Seoul, Kamis (13/3), sebagai bagian dari upaya memperdalam pertukaran budaya kedua negara melalui karya sastra.

Duta Besar RI untuk Republik Korea, Cecep Herawan, menegaskan bahwa melalui narasi literatur, masyarakat kedua negara dapat saling menyelami nilai-nilai sejarah dan kehidupan sosial secara lebih intim.

“Selama ini Indonesia dan Korea telah menikmati hubungan ekonomi dan diplomatik yang kuat, namun melalui kisah-kisah seperti Gadis Kretek, kita dapat lebih memahami nilai, sejarah, dan kehidupan masyarakat masing-masing negara. Penerbitan Gadis Kretek dalam bahasa Korea bukan sekadar penerjemahan sebuah novel, tetapi juga merupakan komitmen bersama untuk memperluas pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea,” ujarnya.

Novel ini diterbitkan oleh HansaeYes24 Foundation sebagai bagian dari rangkaian Southeast Asian Literature Series. Program ini bertujuan memperkenalkan mahakarya sastra Asia Tenggara kepada pembaca di Korea. Gadis Kretek merupakan karya penulis Indonesia kedua yang diterbitkan yayasan tersebut setelah sebelumnya sukses merilis Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka pada 2022.

Chairperson HansaeYes24 Foundation, Baek Soomi, menyatakan bahwa di tengah melesatnya tren K-Culture, publik Korea juga perlu membuka diri terhadap kekayaan budaya dari negara lain untuk memperluas perspektif lintas budaya.

“Di saat K-Culture mendapat perhatian besar dari dunia, Korea juga perlu membuka diri terhadap berbagai karya sastra dari budaya lain,” ungkapnya.

Penulis Ratih Kumala turut hadir membagikan latar belakang terciptanya novel fiksi sejarah ini. Ia mengungkapkan bahwa alur cerita terinspirasi dari kakeknya yang merupakan pengusaha kretek di Jawa Tengah. Sejak terbit pertama kali pada 2012, novel ini telah meraih popularitas global, terutama setelah diadaptasi menjadi serial orisinal Netflix yang sukses pada 2023.

Baca Juga:  Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Presiden Prabowo Tiba di Malang

Selama kunjungannya di Korea, Ratih Kumala juga berpartisipasi dalam sejumlah agenda promosi, di antaranya:

  • Book Talk di Seoul Film Center (13 Maret).

  • Book Concert bertajuk “Beyond the Smoke” di National Asian Culture Center, Kota Gwangju (14 Maret).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, KBRI Seoul tidak hanya memperkenalkan narasi sosial Indonesia, tetapi juga menghadirkan pengalaman sensorik melalui promosi kopi Nusantara. Para tamu undangan disuguhi kopi khas Gayo dalam kemasan drip bag sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya yang menyeluruh.

Melalui perpaduan antara literatur dan produk unggulan ini, pemerintah berharap hubungan people-to-people antara Indonesia dan Korea dapat semakin erat serta membuka peluang kerja sama kreatif yang lebih luas di masa depan.

sumber : Kemlu RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru