Menko ESDM Bahlil Lahadalia Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Imbau Masyarakat Tidak “Panic Buying”

Jakarta, PR Politik – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) secara berlebihan. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh lini produksi dan distribusi saat ini berjalan normal guna memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai standar stok operasional nasional.

Bahlil meluruskan persepsi mengenai kapasitas tampung tangki timbun di dalam negeri yang sering disalahartikan. Ia menyebutkan bahwa ketersediaan stok saat ini berada pada level yang sangat memadai untuk operasional harian.

“Dengan keterbatasan daya tampung tangki timbun (BBM) kita yang ada, kapasitas tampung kita itu tidak lebih dari 25 hari. Sementara yang tersedia stok yang ada kapasitasnya hingga 23 hari. Tetapi bukan berarti 23 hari ini habis. Bukan itu maksudnya. Itu daya tampungnya,” jelasnya dalam tayangan Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (11/3).

Guna mempermudah pemahaman publik, Menko ESDM memberikan perumpamaan sederhana bahwa stok BBM bekerja layaknya penampung air di rumah tangga yang memiliki sistem pengisian otomatis. Setiap liter yang keluar untuk dikonsumsi akan segera digantikan oleh pasokan baru dari kilang maupun impor.

“Jika stok BBM 3 hari keluar, maka produksi di kilang kita juga keluar untuk mengisi stok yang ada. Masuk lagi, isi lagi, kayak toren air di rumah kita. Iya, kayak gitu. Toren air di rumah, dipakai mandi, habis itu kan mesinnya langsung mompa lagi. Jadi jangan dipikir 21 hari itu minyak kita habis. Bukan itu maksudnya,” terangnya.

Bahlil juga menegaskan bahwa ketahanan energi Indonesia tidak bergantung pada satu wilayah saja. Meskipun terdapat dinamika geopolitik global, pemerintah telah melakukan diversifikasi sumber pasokan, termasuk dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Hal ini meminimalkan dampak langsung dari kerawanan jalur distribusi di Selat Hormuz.

Baca Juga:  Sumatera Selatan Jadi Provinsi Percontohan Akses Keadilan: 100% Desa/Kelurahan Miliki Pos Bantuan Hukum

Sebagai langkah strategis masa depan, sesuai arahan Presiden RI, pemerintah tengah merancang peningkatan kapasitas infrastruktur penyimpanan nasional. Target besarnya adalah memiliki fasilitas cadangan yang mampu menampung stok BBM untuk kebutuhan sedikitnya tiga bulan.

Penguatan infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan bantalan energi yang lebih kuat bagi Indonesia dalam menghadapi fluktuasi pasar energi global di masa mendatang.

sumber : ESDM RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru