Pontianak, PR Politik – Personel Manggala Agni Daops Kalimantan VIII/Pontianak tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) meski tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Sejak akhir Februari hingga saat ini, tim di bawah naungan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Balai Dalkarhut) Wilayah Kalimantan terpantau intensif melakukan pemadaman di lima lokasi berbeda di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Balai Dalkarhut Kalimantan, Sahat Irawan Manik, menegaskan bahwa personel di lapangan bekerja ekstra guna melindungi pemukiman warga dari ancaman jago merah yang mulai meningkat seiring penurunan intensitas hujan.
“Upaya pemadaman kami lakukan mulai pagi hingga malam hari, terutama di lokasi yang berdekatan dengan pemukiman. Saat ini, dua lokasi di Desa Rasau Jaya Tiga dan Desa Rasau Jaya Umum sudah masuk tahap mopping up untuk memastikan tidak ada sisa bara api di lahan gambut. Situasi sudah terkendali dan dalam waktu dekat akan dinyatakan padam sepenuhnya,” jelasnya di Pontianak, Jumat (6/3).
Kelima titik api tersebut tersebar di wilayah strategis, yakni satu titik di Desa Rasau Jaya Tiga, dua titik di Desa Rasau Jaya Umum, dan dua titik di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya. Kubu Raya menjadi prioritas utama karena karakter lahan gambutnya yang sulit dipadamkan jika api sudah merambat ke bawah permukaan.
Selain melakukan pemadaman langsung, Manggala Agni juga memperkuat langkah preventif melalui patroli rutin untuk memantau ketersediaan sumber air dan mendeteksi dini kemunculan asap di wilayah rawan.
“Patroli ini bertujuan mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi, serta mengecek sumber air dan bahan bakar di hutan. Dengan respon cepat dan sinergi bersama para pihak, kami berkomitmen menuntaskan pemadaman dan mencegah kebakaran lanjutan demi menjaga kualitas udara di Kalimantan Barat,” lanjutnya.
Berdasarkan data Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) dari BMKG, tingkat kerawanan karhutla di Kalimantan Barat menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Hal ini memicu Manggala Agni untuk bergerak lebih cepat menuju titik koordinat api guna melakukan pemadaman dini (early suppression).
Kementerian Kehutanan mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar tetap waspada dan menghentikan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca kering yang disertai angin kencang dikhawatirkan dapat mempercepat perambatan api dan memperburuk kualitas udara di wilayah Kalimantan Barat.
sumber : Kemenhut RI















