Manggala Agni Kendalikan Karhutla di Bengkalis dan Pelalawan, Operasi Modifikasi Cuaca Digencarkan

Pekanbaru, PR Politik – Personel Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Kementerian Kehutanan, bersama tim gabungan berhasil melokalisir dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan, Riau. Saat ini, petugas tengah berjibaku melakukan proses pendinginan intensif di lahan gambut guna mencegah api muncul kembali ke permukaan.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa meski api sudah terkendali, ancaman bara api di bawah permukaan gambut tetap menjadi prioritas utama penanganan.

“Tim masih melakukan proses pendinginan guna mencegah potensi api muncul kembali. Mengingat potensi asap masih tinggi, kami melakukan mopping up atau penuntasan sisa-sisa api secara menyeluruh,” ujar Ferdian dalam keterangannya, Rabu (4/3).

Kebakaran besar dilaporkan melanda dua wilayah strategis dengan karakteristik lahan gambut yang dalam:

  • Kabupaten Bengkalis: Api menghanguskan sekitar 50 hektar lahan di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat. Pemadaman melibatkan sinergi Manggala Agni Daops Dumai, TNI, POLRI, BPBD, hingga regu pemadam perusahaan dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

  • Kabupaten Pelalawan: Kebakaran seluas 68,3 hektar terjadi di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti. Tim gabungan masih berada di lokasi untuk memastikan pemadaman benar-benar tuntas hingga ke lapisan dalam tanah.

“Karena ini adalah kebakaran lahan gambut, kami akan tuntaskan sampai tidak ada potensi sekecil apa pun untuk meluas atau menyala lagi,” tegasnya.

Menanggapi tingkat kekeringan yang tinggi, BNPB kini tengah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Pelalawan, Bengkalis, Siak, dan Dumai. Langkah ini bertujuan untuk memicu hujan buatan guna membasahi kubah gambut yang mulai mengering.

Di sisi lain, Manggala Agni juga memperkuat deteksi dini dengan melakukan patroli di 80 desa rawan yang tersebar di Sumatera Utara, Riau, Jambi, hingga Sumatera Selatan.

Baca Juga:  Tujuh ABK WNI Terdampar di Myanmar, KBRI Yangon Berjuang untuk Sign Off dan Pemulangan Mendesak

“Patroli ini bukan sekadar pengamanan teritori, tetapi juga sarana pendekatan sosial agar masyarakat semakin paham bahaya Karhutla. Pelibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan pencegahan,” imbuhnya.

Berdasarkan data Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dari BMKG, risiko kebakaran di wilayah Riau diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah mengimbau seluruh pihak untuk tetap siaga satu dan waspada terhadap kemunculan titik api baru di wilayah masing-masing.

sumber : Kemenhut RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru