Aleg Demokrat Muhammad Zulfikar Suhardi: Tarif 0% Gandum dan Kedelai AS Solusi Jangka Pendek-Menengah

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Zulfikar Suhardi

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Zulfikar Suhardi, menilai kebijakan tarif masuk 0 persen terhadap komoditas pertanian Amerika Serikat seperti gandum dan kedelai merupakan solusi jangka pendek hingga menengah. Ia mengakui, kebijakan tersebut akan membuat harga kedua komoditas itu menjadi lebih murah di dalam negeri.

Hal itu disampaikan Zulfikar Suhardi saat menanggapi babak baru kerja sama perdagangan terkait tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sebesar 19 persen. Pemerintah Indonesia sendiri memfasilitasi tarif masuk 0 persen terhadap komoditas pertanian AS, termasuk gandum dan kedelai.

“Kalau menurut saya ini adalah sebuah solusi jangka pendek-menengah untuk beberapa komoditas yang memang di kita masih cukup rendah seperti kedelai, karena dengan tarif 0% ini akan membuat bahan baku menjadi lebih murah,” imbuh dia kepada awak media di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Meski demikian, Zulfikar Suhardi mendorong agar Indonesia tidak bergantung pada impor bahan pangan. Ia menegaskan pentingnya upaya swasembada untuk seluruh komoditas pangan, tidak hanya padi dan jagung.

“Jangan sampai kita ketergantungan dengan impor, kita harus swasembada, bukan hanya padi, bukan hanya jagung tapi komoditas yang memang banyak kita konsumsi seperti kedelai salah satunya,” jelas dia.

Ia pun berharap pemerintah menyiapkan strategi jangka panjang terkait komoditas kedelai, jagung, dan komoditas lainnya agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

“Harus difikirkan untuk komoditas yang masih mayoritas kita impor untuk bisa mencapai ketahanan dan kemandirian pangan yang sesungguhnya,” tutur dia.

Zulfikar Suhardi juga tidak menampik bahwa ketergantungan impor pangan berpotensi berdampak pada petani lokal yang seharusnya mendapat perlindungan pemerintah. Ia menekankan perlunya keseimbangan antara keterjangkauan pangan bagi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan petani.

Baca Juga:  Yuliani Paris Soroti Permasalahan Ketimpangan Akses Beasiswa LPDP bagi Dosen di Daerah

“Karena dengan impor ini juga pasti akan berdampak terhadap petani lokal dan ini yang harus kita lindungi, kita mau pangan mudah diakses oleh masyarakat namun disisi lain kesejahteraan petani harus kita tingkatkan,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru