Antisipasi Kabut Asap Jelang Ramadan, Tim Gabungan Gempur Karhutla di Riau

Pekanbaru, PR Politik – Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kini memasuki fase krusial. Tim gabungan yang melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan, BNPB, TNI, dan POLRI saat ini tengah berjuang melokalisir api di sejumlah titik guna mencegah kepungan asap menuju permukiman warga.

Kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi faktor penghambat utama. Berdasarkan pantauan, wilayah terdampak belum diguyur hujan selama hampir 20 hari, menyebabkan muka air tanah di lahan gambut menyusut hingga minus 90 cm.

Sebanyak 160 personel Manggala Agni telah dikerahkan ke titik-titik panas, sementara 80 personel lainnya tetap disiagakan untuk patroli deteksi dini. Sebaran api terdeteksi di Kabupaten Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan, yang mencakup kawasan hutan produksi hingga area konservasi yang berdekatan dengan perkebunan sawit warga.

Ferdian Krisnanto, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, menjelaskan bahwa strategi saat ini difokuskan pada upaya menahan laju api di tengah tiupan angin kencang.

“Kombinasi cuaca kering, angin kencang, dan bahan bakar mudah terbakar membuat situasi di lapangan sangat menantang sehingga pengerahan personel dan dukungan lintas wilayah dilakukan secara terukur,” tegasnya dalam keterangannya.

Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla melalui SK Nomor 102/2026 yang berlaku hingga akhir November mendatang. Sebagai langkah percepatan, BNPB telah memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan untuk menyemai garam di wilayah Siak dan Pekanbaru guna memancing hujan buatan.

Langkah ini diambil mengingat akses air di lokasi kebakaran sangat terbatas. Ferdian menekankan bahwa dukungan udara sangat penting untuk membasahi area yang sulit dijangkau oleh tim darat. Ia juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat terkait aktivitas pembukaan lahan.

Baca Juga:  Kemenperin Gandeng Universitas Ciputra Perkuat SDM IKM, Fokus Cetak Wirausaha Tangguh

“Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun karena kondisi saat ini sangat rawan memicu kebakaran besar,” tambahnya.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan wilayah Riau tetap bebas asap, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Pihak berwenang berharap pembentukan Satgas Karhutla dalam waktu dekat dapat memperkuat koordinasi di lapangan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu oleh polusi udara.

sumber : Kemenhut RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru