Asep Wahyuwijaya Dukung Wacana Diskon Tarif Listrik 50% untuk Masyarakat dan UMKM

Anggota Komisi VI DPR RI Asep Wahyuwijaya | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, menyatakan dukungannya terhadap wacana pemberian diskon tarif listrik sebesar 50%. Ia menilai kebijakan tersebut akan sangat membantu masyarakat kelas bawah dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit.

“Bagi masyarakat kelas bawah dan para pelaku UMKM yang memerlukan, jika ada diberikan tambahan diskon atas tarif listrik, tentu akan sangat bermanfaat,” kata Asep, Kamis (9/10/2025).

Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang sebelumnya memberikan diskon tarif listrik sebesar 50% di awal 2025 dinilai Asep sudah tepat sasaran. Menurutnya, langkah tersebut terbukti membantu meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Wacana untuk kembali memberikan potongan tarif listrik, lanjut Asep, menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat saat ini. Ia menilai, kebijakan itu bisa menjadi bentuk dukungan konkret yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat luas.

Asep juga mengusulkan agar sebagian bantuan sosial (bansos) dari pemerintah dapat dialihkan menjadi subsidi diskon tarif listrik bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Menurutnya, kebijakan semacam ini akan lebih strategis karena penerima manfaatnya jauh lebih luas.

“Saya kira pengalihan pemberian bansos menjadi pemberian diskon tarif listrik kepada masyarakat dan kalangan tertentu seperti pelaku UMKM malah akan lebih strategis karena penerima manfaatnya jauh lebih masif,” tandas legislator Partai NasDem itu.

Ia menambahkan, pemberian diskon tarif listrik di tengah situasi ekonomi yang menantang dapat berfungsi sebagai stimulus untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.

“Saya kira keinginan itu ide yang menarik untuk di-exercises oleh pemerintah dan PLN. Kebutuhan listrik bagi masyarakat seluruh kelas masyarakat sudah menjadi kebutuhan yang sifatnya wajib,” tukas Asep.

Baca Juga:  Nihayatul Wafiroh Desak Perbaikan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Setelah Insiden Penembakan di Malaysia

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru