Jakarta, PR Politik – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyelenggarakan Festival Perhutanan Sosial Nasional (PeSoNa) Tahun 2025 dengan tema “Merawat Hutan, Mewariskan Harapan” di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada 20–22 Agustus 2025. Acara ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-80 RI dan bertujuan memperkuat peran perhutanan sosial dalam pembangunan nasional.
Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Sulaiman Umar Shiddiq menyatakan bahwa perhutanan sosial adalah implementasi Inpres Nomor 14 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional. “Perhutanan sosial adalah jalan kemandirian bangsa di mana swasembada pangan, energi, air didorong melalui salah satu proyek strategis nasional yaitu ketahanan pangan dan energi melalui perhutanan berbasis masyarakat melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025,” ungkap Wamenhut.
Ia menjelaskan, program ini tidak hanya membuka akses kelola hutan secara legal, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan. Hingga saat ini, telah didistribusikan akses kelola perhutanan sosial seluas 8,3 juta hektare, yang melibatkan 1,4 juta kepala keluarga dan membentuk 15.754 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).
Plt. Direktur Jenderal Perhutanan Sosial, Dr. Ir. Mahfudz, MP, menyampaikan bahwa festival ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan. Festival PeSoNa 2025 juga menjadi ajang komunikasi, edukasi, dan promosi produk unggulan KUPS, serta membuka ruang jejaring bagi para pelaku usaha.
“Festival PeSoNa 2025 memberikan ruang kolaborasi bagi masyarakat, milenial, pemerintah, pelaku usaha, swasta, akademisi, hingga mitra pembangunan. Tujuannya antara lain untuk meningkatkan kapasitas pelaku perhutanan sosial, membuka akses pasar, serta mempertemukan KUPS dengan calon pembeli (offtaker) guna membangun kerja sama yang berkelanjutan,” ungkap Mahfudz.
Dalam acara puncak, Wamenhut memberikan penghargaan kepada kepala daerah, KUPS, dan pendamping perhutanan sosial terbaik. Penghargaan ini diberikan kepada kabupaten/kota dan provinsi terbaik, serta KUPS dan pendamping terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam melestarikan hutan dan memberdayakan masyarakat. Acara ini juga dimeriahkan dengan pameran produk, coaching clinic, talkshow, dan aneka lomba, serta dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari pimpinan kementerian/lembaga hingga masyarakat desa hutan dari seluruh Indonesia.
sumber : Kemenhut RI















