Kementerian PPPA dan Papua Nugini Jajaki Kerja Sama Perlindungan Perempuan dan Anak

Jakarta, PR Politik – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan Masyarakat, Agama, dan Pemuda Papua Nugini, Jason Waviha, di sela-sela kegiatan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2025 di Incheon, Korea Selatan, Selasa (12/8). Pertemuan ini membahas potensi kerja sama untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak di kedua negara.

“Kerja sama antara Indonesia dan Papua Nugini merupakan suatu langkah strategis dalam melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan dan mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan demi kesejahteraan bersama. Pertemuan ini menjadi awal penjajakan dan penyamaan persepsi terkait potensi kerjasama antar kedua belah pihak,” ujar Menteri PPPA.

Menurut Menteri PPPA, kedua negara menghadapi tantangan serupa, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, rendahnya keterwakilan perempuan dalam politik, dan terbatasnya akses perempuan terhadap layanan sosial serta ekonomi formal. Pertemuan ini juga menjadi pembahasan awal untuk penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang akan mencakup perlindungan perempuan dan anak, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta berbagi praktik terbaik.

Kedua pihak juga membahas program perlindungan yang telah mereka miliki. Indonesia telah meluncurkan layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129, yang menyediakan layanan pengaduan, pendampingan, dan mediasi bagi korban kekerasan. Sementara itu, Papua Nugini memiliki program Femili PNG, yang bertujuan meningkatkan respons terhadap kekerasan seksual.

Menteri PPPA optimistis kerja sama ini akan intensif dan berkelanjutan. “Kami optimis pertemuan kali ini akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemitraan dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara Indonesia dan Papua Nugini. Atas nama Kemen PPPA, kami mengucapkan terima kasih dan berharap dapat terus menjalin komunikasi guna mendorong kesejahteraan perempuan dan anak di kedua negara,” tambahnya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Tetapkan Sains dan Teknologi sebagai Arah Pembangunan Utama Menuju Indonesia Emas 2045

 

sumber : Kemenpppa RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru