Kementan Dorong Hilirisasi Rempah Setelah Pala Maluku Tembus Pasar Eropa

Ambon, PR Politik – Keberhasilan pala asal Maluku menembus pasar ekspor Eropa membuktikan tingginya daya saing rempah Indonesia. Menanggapi hal ini, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan mendorong hilirisasi rempah sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Salah satu contoh sukses adalah PT. Kabong Tanipala Maluku (KTM), perusahaan yang berhasil mengekspor lebih dari 50 ton rempah, termasuk pala berkualitas tinggi, ke Uni Eropa, khususnya Belanda. Produk pala ini bahkan memperoleh predikat High Premium Quality setelah melalui uji laboratorium di Eropa.

Menanggapi capaian tersebut, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, mengunjungi kantor PT. KTM di Ambon dan berdiskusi langsung dengan Direktur Jose Hahury dan Kepala Divisi Marketing Marsenda Mireilla Tahitoe.

“Komoditas pala memiliki nilai ekonomi tinggi, namun untuk bisa bersaing di pasar ekspor, kita harus memastikan penanganannya dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Mulai dari budidaya, panen, hingga pasca panen harus memenuhi standar mutu,” jelas Abdul Roni Angkat.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada petani dan penggunaan teknologi pengolahan seperti mesin pengering untuk mengatasi tantangan kontaminasi aflatoksin dan okratoksin yang kerap menghambat kualitas ekspor.

“Upaya peningkatan produktivitas dan mutu pala melalui penanganan pascapanen yang baik dan benar harus terus dilakukan. Kami juga menyoroti perlunya edukasi berkelanjutan kepada petani, khususnya terkait cara meminimalkan cemaran aflatoksin dan okratoksin, yang selama ini menjadi tantangan utama dalam menjaga kualitas ekspor,” ujar Roni.

Secara terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi keberhasilan ini dan menegaskan hilirisasi produk pertanian sebagai prioritas utama. “Kita dorong terus hilirisasi komoditas perkebunan, termasuk pala Maluku yang terbukti mampu tembus pasar ekspor premium. Kita ingin petani sejahtera, ekonomi tumbuh, dan Indonesia jadi pemain utama di pasar rempah dunia,” jelas Mentan Amran.

Baca Juga:  Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Pangan Capai 61,5%, Produksi Padi Nasional Melonjak 34 Juta Ton

PT. KTM sendiri telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 500 petani lokal, menunjukkan model bisnis inklusif yang mendukung kesejahteraan petani dan ekonomi daerah.

 

sumber : Kementan RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru