Iman Adinugraha Minta Bank Tak Persulit Akses KUR bagi UMKM

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Iman Adinugraha | Foto: DPR RI (dok)

Sukabumi, PR Politik – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Iman Adinugraha, meminta bank-bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk tidak mempersulit pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengakses pembiayaan. Hal itu disampaikan menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat, khususnya di wilayah Sukabumi, terkait rumitnya proses pengajuan KUR.

“Saya banyak menerima aspirasi dari warga yang kesulitan mengakses KUR. Karena itu, saya minta bank penyalur, terutama yang dikelola negara, jangan mempersulit,” ujar Iman usai menghadiri kegiatan pendidikan politik DPC Demokrat Kota Sukabumi di Hotel Fresh, Selasa (17/6/2025).

“Program ini amanah negara untuk membantu rakyat. Jangan sampai pintu bantuan ini malah tertutup,” sambungnya.

Ia menegaskan, bank-bank penyalur KUR, khususnya bank milik negara, seharusnya lebih proaktif dan bahkan bisa menerapkan sistem jemput bola dalam menjangkau pelaku usaha kecil yang membutuhkan modal.

“Kalau akses ke KUR masih sulit, rakyat bisa terjerat rentenir atau pinjaman online ilegal. Ini sangat berbahaya,” tegasnya.

Iman menjelaskan bahwa skema KUR dirancang untuk mempermudah pembiayaan tanpa agunan, khususnya untuk pinjaman mikro.

“Pinjaman KUR mikro dari Rp5 juta hingga Rp100 juta seharusnya tanpa jaminan. Kalau masih dipersulit, artinya pelaksanaannya tidak sesuai semangat awal program. Rakyat butuh bantuan, bukan hambatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya dukungan konkret terhadap sektor UMKM dan pariwisata di Sukabumi, baik di kota maupun kabupaten. Menurutnya, dua sektor ini memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi lokal jika didukung dengan kebijakan pembiayaan yang berpihak kepada rakyat kecil.

“Sektor UMKM dan pariwisata harus disokong penuh. Rakyat perlu sentuhan, bimbingan, dan akses modal. Di situlah KUR seharusnya hadir sebagai solusi, bukan justru menjadi penghalang,” ucapnya.

Baca Juga:  Ranny Fahd Arafiq Desak Penindakan Tegas Kasus Susu Kedaluwarsa Berlabel Ulang

Iman juga mengusulkan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja bank penyalur KUR, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai penyalur terbesar. Ia menilai evaluasi penting untuk memastikan bahwa implementasi KUR benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

“Program sudah disiapkan negara. Tinggal bagaimana pelaksana di lapangan menjalankannya. Mari kita bantu UMKM agar bisa naik kelas dan berdaya saing,” pungkasnya.

Sumber: fraksidemokrat.org

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru