Fraksi Gerindra Dukung Uji Klinis Vaksin TBC M72, Budisatrio: Ini Langkah Strategis Menuju Indonesia Bebas TBC

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan uji klinis vaksin TBC M72 yang segera dimulai di Indonesia. Dukungan ini diberikan menyusul diterbitkannya izin uji klinis oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setelah proses evaluasi ilmiah yang menyatakan vaksin tersebut aman untuk masuk ke tahap lanjutan.

“Penerbitan izin oleh BPOM merupakan jaminan bagi publik bahwa uji klinis ini bukan eksperimen coba-coba, melainkan bagian dari proses ilmiah yang terukur dan diawasi secara ketat,” tegas Budisatrio dalam keterangannya di Senayan, Kamis (15/5/2025).

Vaksin M72, yang dikembangkan oleh Gates Medical Research Institute bekerja sama dengan berbagai lembaga riset dan industri biofarmasi global, saat ini telah melalui tahap pra-klinis, serta fase 1 dan 2. Fase 3 yang segera berlangsung bertujuan menguji efektivitas vaksin pada populasi yang lebih luas di berbagai wilayah.

“Uji pra-klinis dan fase awal sudah dilalui dengan hasil yang baik. Di fase 3 ini, fokusnya pada efektivitas di populasi luas, dengan pengawasan ketat dari BPOM, Kemenkes, DPR, WHO, hingga akademisi dari perguruan tinggi dalam negeri,” terang Budisatrio.

Lebih dari itu, ia menilai keterlibatan Indonesia dalam uji klinis ini sebagai momentum strategis untuk mendorong kemandirian farmasi nasional. Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar, melainkan harus mampu menjadi bagian dari ekosistem riset, pengembangan, dan produksi vaksin global.

“Ini peluang bagi Indonesia untuk tidak hanya berperan sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pelaku dalam industri vaksin. Transfer teknologi dan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri adalah kunci,” tegasnya.

Meski memberikan dukungan penuh, Budisatrio menekankan pentingnya pelaksanaan uji klinis yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip etika serta standar ilmiah yang berlaku. Ia menyebut DPR melalui Komisi IX akan terus mengawasi pelaksanaan uji klinis tersebut secara ketat.

Baca Juga:  Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Lamhot Sinaga Soroti Urgensi Kemandirian Produksi Garam Industri Nasional

“Setiap tahapan, baik administratif maupun teknis, harus memenuhi kaidah ilmiah dan etik tertinggi. Ini komitmen kami untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Budisatrio mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dalam narasi ketakutan yang tidak berdasar dan justru menghambat kemajuan penanggulangan TBC. Ia menyebut TBC sebagai penyebab kematian ketiga di Indonesia, dengan lebih dari 136 ribu korban jiwa setiap tahun.

“Jangan biarkan ketakutan tanpa dasar ilmiah menghalangi langkah besar ini. Mari kawal bersama prosesnya agar Indonesia bisa segera bebas dari ancaman TBC,” pungkasnya.

 

Sumber: fraksigerindra.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru