Jakarta, PR Politik – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyerahkan bantuan kepada para korban terdampak bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Senin (20/1/2025). Dalam kesempatan tersebut, Wamensos Agus Jabo menegaskan bahwa pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Yang penting adalah bagaimana masyarakat yang terdampak banjir ini kita jaga agar tetap tenang dan bisa tersenyum, karena Pemerintah ada untuk mereka,” ujarnya saat meninjau lokasi banjir di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Minggu (26/1/2025).
Agus Jabo menambahkan bahwa berbagai pihak telah bersinergi dalam penanganan bencana ini, yang menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat meskipun dalam situasi darurat. “Nanti di Jakarta, kami akan berkoordinasi. Biasanya, kami akan dipanggil oleh Menteri Koordinator setelah terjadi bencana seperti ini untuk membahas langkah-langkah selanjutnya,” katanya.
Dalam momen tersebut, Wamensos Agus Jabo secara simbolis menyerahkan bantuan senilai Rp601 juta kepada Bupati Grobogan, Sri Sumarni. Bantuan tersebut mencakup buffer stock logistik bencana alam, bahan bangunan rumah (BBR), 250 paket sembako, dan 100 paket alat kebersihan.
Kemensos sudah mengidentifikasi sekitar 13 rumah yang rusak, dan kami akan memberikan bantuan untuk pembangunan masing-masing rumah sebesar Rp25 juta,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa Kemensos bersama Pemerintah Grobogan akan melakukan asesmen terhadap rumah-rumah lainnya yang belum terdata untuk diberikan bantuan sesuai kebutuhan.
Selama masa tanggap darurat ini, Kemensos memberikan bantuan berupa buffer stock seperti selimut, pakaian, dan makanan, termasuk mendirikan dapur umum,” ucapnya.
Bupati Grobogan, Sri Sumarni, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Kemensos. Ia melaporkan bahwa sebanyak 16 kecamatan di Grobogan terdampak akibat banjir. “Tanggul jebol di 22 titik, dan yang terparah di Desa Bantaragung dengan 4 titik, menyebabkan banjir bandang,” katanya.
Sri Sumarni menambahkan bahwa banjir bandang tersebut mengakibatkan 14 rumah hanyut dan sekitar 6.500 hektare sawah mengalami puso. Salah satu korban, Suliswanto (44), warga Desa Baturagung, menceritakan bahwa rumahnya terseret arus deras akibat jebolnya tanggul di belakang rumahnya. Saat ini, Suliswanto beserta keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya. Ia menjadi salah satu penerima bantuan Kemensos berupa bahan bangunan rumah (BBR) sebesar Rp25 juta dan sembako. “Terima kasih untuk bantuannya, semoga bisa bermanfaat,” ujarnya.
Di akhir peninjauannya, Wamensos Agus Jabo mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersinergi dan berkolaborasi dalam penanganan bencana banjir bandang di Grobogan. “Teruslah kita bersinergi, teruslah kita berada di tengah-tengah rakyat, agar rakyat bisa tersenyum. Itu pesan Presiden,” tutupnya.















