Wamenlu Temui PM Interim Bangladesh, Bahas Peluang & Potensi Kerjasama

Wamenlu Arrmanatha Nasir saat bertemu PM Interim Bangladesh di Dhaka pada (03/06) | Foto: Kemlu.go.id

Dhaka, PR Politik – Dalam kunjungan kerja ke Dhaka, Bangladesh, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Christiawan Nasir bertemu dengan Perdana Menteri Ad Interim Bangladesh, Profesor Muhammad Yunus (3/6).

Pertemuan membahas peningkatan hubungan bilateral melalui kerja sama perdagangan, investasi, energi, pertahanan, dan sosial budaya antara Indonesia dan Bangladesh. “Jakarta sangat ingin memperdalam kerja sama dengan Dhaka”, ujar Wamenlu Tata.

Perdana Menteri Ad Interim Bangladesh menyampaikan pernah mengunjungi Indonesia beberapa kali sebelum memangku jabatannya, serta mengharapkan penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Bangladesh dengan dilandasi kedekatan latar belakang agama, sejarah, dan budaya. Dibahas pula pentingnya people-to-people contact termasuk penguatan kerja sama di sektor pariwisata dan pendidikan, termasuk tambahan penerima beasiswa bagi para siswa dari Bangladesh yang ingin menempuh pendidikan di Indonesia.

“Kita perlu menjadi sahabat dekat,” kata Profesor Yunus.

Terkait isu Rohingya, Wamenlu Tata menggarisbawahi pentingnya upaya internasional dalam merespon krisis kemanusiaan yang berkepanjangan, serta menanggulangi tindak pidana penyelundupan dan perdagangan manusia yang menjadi persoalan dalam proses migrasi para pengungsi Rohingya ke berbagai negara di Asia Tenggara. Dalam pertemuan, dibahas pula harapan penguatan kerja sama Bangladesh dengan ASEAN.

Selain pertemuan dengan Perdana Menteri Ad Interim Bangladesh, Wamenlu Tata juga bertemu dengan Penasihat Luar Negeri Bangladesh Md Touhid Hossain, dan Acting Foreign Secretary Ruhul Alam Siddique. Pertemuan membahas penguatan mekanisme bilateral Indonesia-Bangladesh dan berbagai kerja sama konkret kedua negara.

Wamenlu Tata juga bertemu dengan Penasihat Energi Bangladesh, Md. Fouzul Kabir Khan. Keduanya membahas usulan kemitraan dalam pasokan LNG, impor batu bara, pengembangan angkutan cepat massal, dan industri kereta api. Dalam kesempatan kunjungan ke Dhaka ini, Wamenlu Tata juga sempat berdialog dengan Kepala Otoritas Pengembangan Investasi Bangladesh (BIDA), Ashik Chowdury, dan membahas berbagai potensi ekspansi oleh perusahaan Indonesia di Bangladesh.

Baca Juga:  Tonggak Sejarah Diplomasi: Bahasa Indonesia Resmi Dipakai di Sidang Umum UNESCO, Mendikdasmen Serukan Perlindungan di Gaza

Rangkaian pertemuan bilateral Wamenlu Tata di Bangladesh ditutup dengan dialog bersama Kepala Staf Angkatan Darat Bangladesh. Pertemuan membahas penguatan kerja sama pertahanan serta kolaborasi Indonesia-Bangladesh dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB. Bangladesh menyampaikan harapan untuk berkolaborasi di bidang industri strategis dan menyampaikan minat terhadap produk kedirgantaraan Indonesia.

Kunjungan kerja Wamenlu Tata ke Dhaka dalam rangka kunjungan Delegasi Ekonomi Tingkat Tinggi (High Level Economic Delegation/HLED) Indonesia ke Bangladesh.

“Peluang kerja sama Indonesia dan Bangladesh sangatlah besar. Ke depan, kita perlu gaungkan ‘Made in Indonesia’ dan ‘Made in Bangladesh’ sebagai brand di kawasan yang dikenal akan kualitas dan inovasinya. Mari berinvestasi dan saling dukung dalam pertumbuhan ekonomi satu sama lain,” pungkas Wamenlu Tata.

 

Sumber : Kemlu.go.id

Bagikan: